news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi saat gelar konfrensi pers terkait meninggalnya seorang siswa SD berusia tujuh tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

Polisi Ungkap Fakta Baru Basus Bocah 7 Tahun Meninggal di Pemalang, 2 Anak Diduga Terlibat

Polisi mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait meninggalnya seorang siswa SD berusia tujuh tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan sekolah.
Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:31 WIB
Reporter:
Editor :

Pemalang, tvOnenews.com – Polisi mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait meninggalnya seorang siswa SD berusia tujuh tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan sekolah.

Fakta tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela dalam konferensi pers di Aula Tribrata Polres Pemalang, Senin (5/10/2026).

Kasus ini bermula dari laporan warga pada 30 September 2026. Polisi kemudian mendatangi rumah duka untuk meminta keterangan dari orang tua dan keluarga korban.

“Berdasarkan keterangan dari kedua orang tua korban, anak korban sempat mengeluh sakit saat sekolah pada 16 September 2026, lalu minta pulang dan dijemput orang tuanya,” kata Faizal.

Korban sempat mendapat perawatan di klinik, kemudian dirujuk dan dirawat di rumah sakit sejak 17 hingga 24 September 2026.

“Setelah dinyatakan pulang dari rumah sakit, selanjutnya anak korban dirawat di rumah selama enam hari dan tidak berangkat sekolah karena sakit,” ujarnya.

Pada 30 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, korban tidak sadarkan diri di rumah dan kembali dibawa ke rumah sakit.

“Sekitar pukul 17.00 WIB, dokter menyatakan anak korban telah meninggal dunia,” kata Faizal.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, polisi berkoordinasi dengan Biddokkes dan Labfor Polda Jawa Tengah. Autopsi dilakukan pada 1 Oktober 2026 di RSUD Ashari Pemalang atas persetujuan keluarga.

Dalam penyelidikan dugaan kekerasan di sekolah, polisi memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meninggal dunia anak korban sempat ditunjukkan foto semua anak di kelas lima dan enam,” ujar Faizal.

Korban kemudian menunjuk dua siswa kelas lima yang dikenalnya dan diduga terlibat.

“Kedua anak yang ditunjuk anak korban tersebut berasal dari kelas lima,” katanya.

Korban juga sempat menunjuk seorang siswa kelas enam. Namun, setelah diperlihatkan foto dengan kualitas lebih jelas, korban mengatakan tidak mengenali anak tersebut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap dua siswa kelas lima yang diduga terlibat dan satu siswa kelas enam yang sempat disebut dalam penyelidikan.

Dari keterangan saksi anak, dugaan kekerasan terjadi saat jam istirahat di depan kamar mandi sekolah yang sepi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral