- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Tak Cukup Jualan di Daerah, Begini Cara UMKM Herbal Membidik Pasar Nasional Lewat Digital
tvOnenews.com - Media sosial dan marketplace membuka peluang UMKM herbal memperluas pasar bukan hanya skala nasional, bahkan sampai tingkat global. Produk lokal kini memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang jauh dari tempat produksinya.
Pelaku usaha tidak harus membuka toko di banyak kota untuk mulai memperkenalkan barang dagangannya. Melalui media sosial dan marketplace, usaha skala kecil dapat membangun identitas merek, berkomunikasi dengan calon pembeli, hingga membuka akses transaksi lintas wilayah.
Peluang tersebut relevan bagi industri herbal yang memiliki banyak pelaku usaha berbasis produksi lokal. Namun, pasar yang lebih luas juga membawa tantangan baru: persaingan semakin terbuka, konsumen lebih mudah membandingkan produk, dan informasi yang disampaikan perusahaan dapat memengaruhi kepercayaan calon pembeli.
Karena itu, pemasaran digital tidak cukup hanya mengandalkan konten menarik atau promosi harga.
Gambaran global menunjukkan besarnya peran perdagangan digital dalam kegiatan bisnis. UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat penjualan e-commerce perusahaan di 43 negara maju dan berkembang mendekati US$25 triliun pada 2021, atau sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan 2019. Nilainya diperkirakan meningkat menjadi hampir US$27 triliun pada 2022.
Angka ini mencakup transaksi bisnis secara luas, bukan khusus produk herbal atau penjualan langsung kepada konsumen. Meski demikian, data tersebut menunjukkan bahwa kanal digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan global.
Media Sosial dan Marketplace Membuka Akses Pasar Baru
Laporan OECD berjudul The Digital Transformation of SMEs pada 2021 menjelaskan bahwa platform digital dapat membantu usaha kecil menjangkau pelanggan di luar pasar tradisional. Media sosial mendukung pengenalan merek dan komunikasi dengan konsumen, sedangkan marketplace menyediakan infrastruktur untuk mempertemukan penjual dengan pembeli serta mempermudah transaksi.
Dalam data yang dirangkum OECD, rata-rata penggunaan media sosial oleh usaha kecil di negara-negara OECD meningkat dari 29,9 persen pada 2013 menjadi 55,8 persen pada 2019. Data tersebut mencakup usaha kecil dengan 10–49 pekerja, sehingga tidak mewakili seluruh usaha mikro.
Sejumlah negara juga mendorong pelaku usaha kecil memanfaatkan kanal digital. Pemerintah Australia, misalnya, menyediakan Guide to Digital Transformation yang berisi panduan bagi bisnis untuk membangun kehadiran online, memanfaatkan media sosial, dan mengembangkan penjualan melalui e-commerce.
Korea Selatan turut menjalankan program untuk membantu toko konvensional masuk ke perdagangan online, termasuk membuka peluang menjual produk melalui platform digital luar negeri.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital bukan sekadar membuat akun media sosial. Pelaku usaha perlu memahami karakter konsumennya, mengelola pertanyaan dan ulasan, menyiapkan informasi produk, serta memastikan pesanan dapat dipenuhi dengan baik.
Marketplace dapat membantu membuka akses transaksi, tetapi kualitas layanan dan konsistensi produk tetap menentukan pengalaman pembeli.
Bagaimana Tantangan Membangun Brand Herbal Lokal
Peluang pemasaran digital turut dimanfaatkan PT Zada Syifa Nusantara, perusahaan asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui pengembangan Habustrong.
Produk obat tradisional berbentuk kapsul ini menggunakan sejumlah bahan herbal, antara lain habbatussauda atau jinten hitam, jahe, kunyit, temulawak, sambiloto, daun kelor, dan daun bidara.
Pengembangan produk tersebut sebagai bagian dari perjalanan perusahaan membangun merek lokal.
“Pengembangan ini merupakan bagian dari perjalanan perusahaan untuk membangun brand herbal lokal dan memperkenalkannya kepada masyarakat,” ujar Pimpinan PT Zada Syifa Nusantara, Fuad Meifudin.
Habustrong disebut telah terdaftar sebagai obat tradisional di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi TR233086411. Informasi legalitas seperti ini perlu diperiksa melalui basis data resmi dan disampaikan secara akurat. Bagi konsumen, kejelasan identitas produk, komposisi, aturan penggunaan, serta peruntukannya merupakan bagian penting sebelum mengambil keputusan pembelian.
Fuad mengatakan konsistensi juga menjadi perhatian perusahaan dalam membangun merek.
“Bagi kami, membangun brand bukan hanya soal membuat produk. Menjaga konsistensi proses produksi dan memastikan informasi produk dipahami masyarakat sesuai peruntukannya juga menjadi bagian penting,” kata Fuad.
Pemasaran digital, menggunakan akun TikTok @habustrong_official untuk memperkenalkan produk dan berkomunikasi dengan masyarakat. Marketplace juga menjadi saluran yang dapat dimanfaatkan untuk membuka akses pembelian bagi konsumen di berbagai daerah.
Perusahaan menargetkan penguatan pasar nasional, meski belum ada data yang disampaikan mengenai pertumbuhan penjualan atau jangkauan distribusinya.
Ekspansi Digital Perlu Diiringi Kepercayaan Konsumen
Bagi usaha herbal, strategi digital perlu disesuaikan dengan karakter produk dan ketentuan yang berlaku. Konten media sosial dapat digunakan untuk menjelaskan identitas merek, komposisi, dan informasi penggunaan secara bertanggung jawab. Klaim kesehatan harus sesuai dengan izin dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar dirancang agar konten mudah viral.
Pelaku usaha juga perlu memisahkan fungsi setiap kanal. Media sosial dapat membantu membangun pengenalan dan interaksi, sedangkan marketplace memudahkan proses transaksi.
Informasi produk yang konsisten di berbagai kanal, respons terhadap pertanyaan konsumen, pengemasan yang baik, serta kemampuan memenuhi pesanan merupakan bagian dari pengalaman belanja yang perlu dijaga.
OECD juga mengingatkan bahwa manfaat digitalisasi tidak otomatis dirasakan semua usaha kecil. Keterbatasan keterampilan, sumber daya, dan kemampuan mengelola teknologi dapat menghambat pemanfaatan platform.
Karena itu, strategi yang realistis biasanya dimulai dengan memahami konsumen, memilih kanal yang relevan, mengevaluasi respons pasar, dan memperbaiki pendekatan secara bertahap.
Peluang UMKM herbal lainnya tidak hanya terletak pada kemampuan menjual produk melalui internet. Kanal digital membuka pintu menuju pasar yang lebih luas, tetapi kesiapan produk, legalitas, informasi yang bertanggung jawab, dan kepercayaan konsumenlah yang menjadi fondasi agar perluasan pasar dapat berlangsung secara berkelanjutan. (udn)