news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peringati Haul Kiai Hasan Genggong ke 70, Ulama se Jawa dan Madura Lantunkan Sholawat.
Sumber :
  • tvOne - m syahwan

Peringati Haul Kiai Hasan Genggong ke 70, Ulama se Jawa dan Madura Lantunkan Sholawat

Dalam rangka memperingati Haul Kiai Moh Hasan Bin Syamsuddin Bin Qoiduddin ke 70, sebagai pendiri pondok pesantren Zainul Hasan Genggong, pejuang dan penggerak Nahdlatul Ulama di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, tampak berlangsung khusyuk dan sederhana.
Selasa, 2 Mei 2023 - 17:56 WIB
Reporter:
Editor :

Probolinggo, tvOnenews.com – Dalam rangka memperingati Haul Kiai Moh Hasan Bin Syamsuddin Bin Qoiduddin ke 70, sebagai pendiri pondok pesantren Zainul Hasan Genggong, pejuang dan penggerak Nahdlatul Ulama di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, tampak berlangsung khusyuk dan sederhana. Selain dihadiri oleh ribuan santri dan alumni juga para Ulama se Jawa serta Madura, Senin (2/5).

Kyai Moh Hasan Mutawakkil Alallah pengasuh ponpes Zainul Hasan Genggong menyampaikan, berkat izin Allah pelaksanaan Haul Kiai Hasan ke 70 berlangsung aman dan lancar dengan dihadiri oleh ribuan umat.

“Haul Genggong kali ini, selain dihadiri oleh para ulama dari Pulau Madura juga dari Banten Jawa Barat yakni Habib Jindan Bin Novel cucu dari Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan, seorang pejuang dakwah di Betawi pada tahun 1906 – 1969 yang berjuluk Singo Podium,” terangnya.

Pendiri pondok pesantren Zainul Hasan Genggong keturunan Rasulullah ini, tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama Islam saja. Almarhum Kiai Hasan juga seorang pejuang sejati saat melawan dan mengusir penjajah Jepang, Belanda serta Sekutu pada waktu zaman itu hingga kemerdekaan diperoleh oleh Indonesia.

“Kiai sepuh ini lahir di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan pada tanggal 23 Agustus 1843 Masehi, dan meninggal dunia di Genggong pada tanggal 1 juni 1955 Masehi,” tambahnya.

Sementara itu, Habib Jindan Bin Novel menuturkan, sebagai generasi penerus syariat agama Islam terbesar di dunia ini, setidaknya kita harus lebih baik atau tetap di dalam lingkup ajaran dan tidak sampai keluar dari ajarannya.

“Ada tiga macam umat untuk menjaga keturunan yang baik yakni kita harus lebih baik, tetap berada di lingkup ajaran dan jangan sampai keluar dari ajaran yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Tak ayal, kerukunan umat Islam yang sangat solid di Indonesia ini, tidak bisa dipecah belah dan diadu domba oleh musuh. Maka daripada itu kita harus saling menghargai sehingga tidak mudah terprovokasi.

“Mari kita contoh para ulama dalam memperjuangkan negara indonesia ini, mereka tidak pernah pamrih dan selalu berkomitmen untuk menjaga kesatuan dan persatuan hingga akhir hayatnya,” ujarnya.

Tampak ribuan umat bersama-sama para ulama melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW dengan tenang dan sabar sabar untuk mendapatkan barokah dari seorang ulama besar pendiri Ponpes Genggong ini sampai acara selesai, kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib dan aman. (msn/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral