- Aris Sutikno
Terjadi Lagi, Konflik Keluarga Berujung Pasang Tembok Setinggi Dua Meter di Akses Jalan
Ponorogo, tvOnenews.com – Sebuah unggahan video di media sosial kembali viral di Ponorogo. Video tersebut dengan nada kalimat bergetar kebingungan menceritakan akses jalan menuju rumah miliknya ditutup dengan tembok setinggi dua meter. Padahal jalan tersebut adalah satu-satunya akses menuju rumahnya dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Aksi pemasangan pagar setinggi dua meter menutup akses jalan menuju rumah Sunarto, warga Jalan Nakulo, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Ponorogo. Rumah miliknya yang berada di belakang rumah Margono, kini tertutup oleh tembok dari batu batu hebel yang dibangun oleh Margono pada Selasa lalu.
Sunarto merupakan pedagang ayam, setiap harinya menggunakan akses jalan yang berada di samping barat rumah milik Margono, karena sejak jaman kakek buyutnya, tanah tersebut digunakan sebagai akses jalan, namun kini akses jalan tersebut kini tertutup.
Sementara itu untuk menuju rumahnya, Sunarto kini terpaksa harus melewati gang sempit yang hanya menyisakan 60 sentimeter yang hanya bisa dilewati satu orang di sisi timur tembok yang dibangun oleh Margono. Dan akses gang sempit tersebut dipinjami oleh tetangganya yang iba melihat kondisi Sunarto yang tidak bisa keluar masuk rumahnya.
Karena akses gang yang dipinjamkan tetangga terlalu sempit, sedangkan akses utama menuju rumahnya terpasang tembok, Sunarto terpaksa menitipkan motor miliknya ke tetangganya. Selain itu sejumlah pelanggannya yang akan membeli ayam kampung ke rumahnya terpaksa harus menggunakan gang sempit yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki menuju rumah Sunarto.
“Infonya banyak motor yang lalu lalang kesana sini, karena saya pedagang ayam. Katanya menggangu,” tutur Sunarto saat ditemui di rumahnya.
Konflik keluarga ini sebenarnya sudah berulang kali dimediasi pihak desa namun ternyata tidak membuahkan hasil.
Menurut Budi Ratno, Kepala Desa Jabung, menjelaskan jika selama ini sebenarnya pihaknya sudah sering memediasi perselisihan antara kedua warganya. Namun karena rumah yang ada di depan, yakni Margono, memiliki sertifikat tanah atas tanah yang di temboknya maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
Meskipun secara sosial tanah jalan yang kini ditutup tembok oleh Margono tersebut merupakan akses utama ke rumah milik Sunarto dan sudah digunakan sebagai akses jalan selama puluhan tahun.