- Antara
Heboh Isu Becak Listrik Prabowo Ditarik Kembali usai Launching, Nanik S Deyang: Pertama di Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran meluncurkan moda transportasi becak listrik bagi ratusan tukang becak di wilayah eks-Keresidenan Madiun dan sekitarnya yang pelaksanaannya dipusatkan di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kota Madiun, Jawa Timur, Senin.
Presiden Becak Listrik Indonesia, Naniek S. Deyang, mengatakan pada tahap awal setidaknya ada 800 becak listrik yang diproduksi.
"Dari jumlah itu, sekitar 300-an becak listrik di antaranya dibagikan untuk tukang becak di wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Tulungagung, Blitar, Pacitan," ujar Naniek.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, becak listrik itu segera dibagikan di Solo 50 becak dan Cirebon 100 becak. Selebihnya, bakal menyusul di wilayah lain, seperti Magelang, Pekalongan, maupun sejumlah kota lainnya.
Ia berharap, becak listrik itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mencari rejeki tanpa harus mengayuh.
Namun belakangan beredar isu becak listrik tersebut ditarik lagi oleh si pemberi.
Nanik S Deyang membantah tudingan yang menyebut penyaluran moda transportasi listrik yang diluncurkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Madiun, Senin (29/1), hanya main-main dan ajang pamer.
"Ada cerita di (aplikasi sosial media) Tiktok ramai, nih. Seolah bahwa becak listrik ini tidak kami berikan, hanya main-main, hanya show, hanya, hanya bohong-bohong, itu hoax," kata Nanik di Madiun, Rabu (31/1).
Nanik mengatakan berita bohong itu berbanding terbalik dengan niat capres nomor urut 2, Prabowo yang ingin membantu meringankan beban wong cilik. Di mana demi mewujudkan niat tersebut, Prabowo mengerahkan timnya untuk merilis kendaraan menggunakan energi hijau.
"Produksi (becak listrik) pertama di dunia dan di Indonesia," ujar Nanik.
"Becak listrik ini diberikan oleh komunitas becak listrik Prabowo ini betul-betul ada dan real," tambah Nanik.
Terkait hoax yang beredar belakangan, Nanik mengatakan Katiman, tukang becak yang memberi keterangan itu sebagai korban, di mana Katiman diarahkan untuk memberikan keterangan tersebut tanpa menyadari ucapannya direkam dan disebarluaskan.
"Jadi, yang di Tiktok itu salah. Ini bintang Tiktoknya ada sama saya. Ini (Katiman) disuruh orang untuk ngomong seperti itu," jelas Nanik didampingi Katiman.