- Antara
Dua KA di Daop 9 Jember Kembali Beroperasi Normal
tvOnenews.com - Dua kereta api (KA) di PT KAI Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, yang sempat terdampak banjir di Jakarta dan Pekalongan kembali beroperasi normal melewati jalur utara pada Senin.
"Setelah sempat mengalami gangguan operasional akibat banjir, kami menyampaikan bahwa KA Blambangan Ekspres dipastikan kembali berjalan hari ini sesuai jadwal keberangkatan melalui jalur utara," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro di Jember, Senin.
Sebelumnya perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat dibatalkan demi keamanan dan keselamatan akibat tingginya genangan air di jalur kereta api wilayah Semarang pada Minggu (18/1).
Sedangkan untuk KA Pandalungan (Jember – Gambir PP) yang sebelumnya sempat mengalami perubahan pola operasi, kini juga sudah dapat melintasi jalur utara secara normal.
Meski demikian, lanjut dia, demi alasan keselamatan, perjalanan di beberapa titik terdampak masih diberlakukan pembatasan kecepatan dan pemulihan jalur itu dilakukan secara bertahap setelah tim prasarana bekerja ekstra keras di lapangan.
"Kami sampaikan bahwa mulai Senin ini, KA Blambangan Ekspres dipastikan kembali jalan sesuai jadwal keberangkatan melalui jalur utara," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa jalur hilir dan hulu di wilayah terdampak banjir kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas setelah tim prasarana KAI melakukan penguatan pada tubuh ban jalan rel dan memastikan sistem persinyalan berfungsi baik, serta upaya normalisasi penuh masih terus berlangsung di titik-titik tersebut agar kecepatan kereta api bisa segera kembali ke batas maksimal.
"Tim prasarana juga terus berusaha untuk menormalisasi jalur agar semua KA segera bisa berjalan normal kembali sesuai kecepatan yang diizinkan, sehingga ketepatan waktu perjalanan dapat kembali terjaga," katanya.
Dalam upaya pemulihan itu, KAI menjalankan langkah-langkah secara bertahap dan terpadu yang mencakup perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, hingga keputusan pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu yang mutlak dilakukan demi keselamatan jiwa.
"Sebagai bagian dari penanganan jangka pendek, KAI terus menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu perjalanan kereta terkait bencana alam," katanya.
Ia menjelaskan KAI juga memperkuat langkah preventif jangka panjang melalui koordinasi lintas pihak dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan terkait.
Sinergi ini bertujuan agar prasarana perkeretaapian semakin kokoh dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.
"KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan operasional tersebut. KAI memastikan bahwa setiap kebijakan operasional yang diambil, baik itu rekayasa jalur maupun pembatalan perjalanan, dilakukan berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan demi menjamin keselamatan tertinggi bagi penumpang," katanya.(chm)