- tvOne - miftakhul erfan
Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Disulut Korek Api Ayahnya, Polisi Tunggu Hasil Visum
Magetan, tvOnenews.com – Pascatindak kekerasan yang dialami bayi perempuan berinisial IDF (7 hari), warga Kelurahan Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, yang mulutnya diduga disulut korek api oleh ayahnya pada Sabtu (14/2) lalu, kini masih menjalani perawatan di RS Ibu dan Anak Samudra Husada.
Saat dikonfirmasi, Kanit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan, Aipda Totok Sudiartanto, membenarkan bahwa kasus tersebut masih ditangani Unit PPA Polres Magetan dan saat ini masih menunggu hasil visum dari luka-luka korban.
“Benar, telah dilaporkan ke Polres Magetan dan saat ini masih kami lakukan pendalaman dan penyelidikan,” kata Totok, Kamis (19/2).
Totok menambahkan pihaknya kini masih menunggu hasil visum dan perkembangan perawatan medis yang dilakukan oleh dokter di RS Ibu dan Anak Samudra Husada. Pasalnya, luka yang dialami korban belum diketahui pasti disebabkan karena iritasi atau ada unsur kesengajaan seperti yang dilaporkan keluarga korban.
“Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit belum keluar,” imbuhnya.
Polisi masih belum berani bertindak gegabah karena penyebab bibir melepuh pada bayi tersebut masih belum bisa diketahui secara pasti. Hasilnya juga masih belum keluar.
Terlebih, kulit bayi yang baru lahir memang sensitif, baik akibat gigitan nyamuk, iritasi, infeksi, maupun luka bakar. Pihak kepolisian masih harus memastikan kejadian tersebut karena saksi saat kejadian juga tidak ada.
“Yang jelas kasus ini kami tangani dan dalami, tidak bisa grusa-grusu, karena saksi yang melihat langsung kejadian itu juga tidak ada. Kami masih menunggu hasil pasti dari pemeriksaan bayi,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Sugiyono (55), paman korban, melaporkan Guritno (43) ke polisi atas dugaan tindak kekerasan terhadap IDF yang diduga menyulut mulut anaknya yang masih berusia 7 hari dengan korek api sehingga menyebabkan luka bakar dan melepuh di bibir.
Saat kejadian, korban ditinggal ibunya, Purwati (40), mandi dan hanya ditemani RAP (12), kakak korban. Saat ayahnya masuk kamar bersama korban, RAP keluar kamar dan kembali lagi setelah mendengar adiknya menangis.