Magetan, tvOnenews.com – Ribuan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, melaksanakan salat Tarawih dengan bacaan lengkap 30 juz Al-Qur’an yang berdurasi hingga 8 jam setiap malamnya.
Ustaz Barley Musaddad, Kepala Madrasah di ponpes tersebut, mengatakan imam yang memimpin salat merupakan hafiz Al-Qur’an yang telah melalui tes seleksi ketat.
Di Ponpes Al-Fatah ini, salat Tarawih, baik 1 juz sampai 30 juz, dilaksanakan sebanyak 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir.
“Untuk rakaatnya 20 ditambah 3 witir, ada yang berdurasi 1 juz, 5 juz, 10 juz sampai 30 juz, tentu imamnya harus hafal Al-Qur’an dengan lolos seleksi,” kata Barley di masjid indoor, Minggu (22/2).
Menurut Ustaz Barley, tidak ada paksaan bagi jemaah maupun santri untuk mengikuti salat Tarawih 30 juz. Sebab, banyak pilihan yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan hafalan Al-Qur’annya.
"Jemaah bisa memilih mengikuti kelompok yang membaca 1 juz, 5 juz, atau 10 juz sesuai kekuatan masing-masing," imbuhnya.
Saat ini, salat Tarawih di ponpes tersebut dibagi menjadi 9 kelompok dengan pilihan bacaan yang berbeda. Khusus untuk kelompok 30 juz, tahun ini hanya ada 2 kelompok karena pihak ponpes ingin memastikan bacaan imam berjalan dengan sempurna.
“Tahun-tahun kemarin untuk jemaah Tarawih 30 juz ada 9 khalaqah (grup), tapi sekarang tinggal dua. Itu karena kami lebih memilih bacaan imam yang bagus dan enak didengar, bukannya asal hafal dan cepat,” tegas Barley.
Sebanyak 6 orang imam memimpin salat Tarawih 30 juz setiap malamnya. Muhammad Alfarizi, salah satu imam, menyampaikan bahwa para imam telah menjalani pelatihan sebelum memimpin dan ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi imam Tarawih terlama.
“Alhamdulillah, saya baru pertama kali ini ikut dan menjadi imam. Syaratnya ya lolos seleksi dan latihan terus. Senang rasanya bisa merasakan salat terlama,” ujar Alfarizi.
Tak hanya dari kalangan santri, banyak juga jemaah dari luar Kota Magetan yang datang untuk merasakan sensasi salat Tarawih berdurasi hingga 8 jam.
“Banyak kok jemaah yang dari luar daerah, bukan juga dari kalangan santri. Mereka hanya penasaran dan ingin mencoba sensasi salat Tarawih 8 jam,” pungkasnya. (men/gol)