- Tim tvone - syamsul huda
Gondola di Lantai 25 Apartemen Surabaya Dihantam Angin Kencang, Satu Pekerja Tewas
Surabaya, tvOnenews.com– Peristiwa mengerikan terjadi di Surabaya, Senin sore (2/3). Sebuah gondola yang mengangkut dua pekerja pembersih kaca gedung terhempas angin kencang disertai hujan deras saat berada di ketinggian lantai 25 apartemen di kawasan Jalan Pakuwon Indah.
Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, gondola terlihat terombang-ambing dan menghantam dinding gedung berulang kali akibat hempasan angin. Salah satu pekerja bahkan tampak bergelantungan di luar gondola dalam kondisi yang sangat berbahaya.
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan kejadian tersebut. Proses penyelamatan dilakukan menggunakan gondola lain, sebelum kedua pekerja dievakuasi melalui jendela apartemen di lantai 25.
Kepala Bidang Pemadam DPKP Kota Surabaya, Muhammad Rokhim, menjelaskan bahwa saat kejadian kedua pekerja sebenarnya hendak menyudahi pekerjaan karena cuaca mulai memburuk.
“Korban sebenarnya sudah berinisiatif untuk turun karena melihat cuaca mendung dan gelap. Namun saat proses turun itulah angin kencang dan hujan deras datang tiba-tiba, sehingga gondola tidak terkendali dan menghantam dinding gedung,” ujar Rokhim.
Akibat kejadian tersebut, satu pekerja bernama Edy Suratno (51), warga Surabaya, dinyatakan meninggal dunia. Korban diduga mengalami benturan berulang kali ke dinding gedung saat gondola terombang-ambing diterpa angin.
Sementara satu pekerja lainnya, Ribut Boediyanto (54), berhasil selamat meski mengalami luka di bagian kepala. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit William Booth untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban yang selamat mengalami luka di kepala dan langsung kami evakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah Rokhim.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah penghuni apartemen dan masyarakat yang berada di bawah gedung sempat panik menyaksikan gondola yang bergoyang hebat di ketinggian.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan evaluasi terkait faktor keselamatan kerja dan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat insiden berlangsung. (sha/hen)