news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Salat Idulfitri.
Sumber :
  • Tim tvone - zainal

Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Idulfitri 1447 Hijriyah di Tugu Pahlawan Surabaya

Ribuan warga Muhammadiyah memadati Jalan Pahlawan, Bubutan, Surabaya, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang ditetapkan jatuh pada Jumat (20/3).
Jumat, 20 Maret 2026 - 11:17 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Ribuan warga Muhammadiyah memadati Jalan Pahlawan, Bubutan, Surabaya, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang ditetapkan jatuh pada Jumat (20/3).

Kawasan sekitar Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian dengan kedatangan jemaah yang datang sejak sebelum pukul 06.00 WIB.

Sebagian besar jemaah datang dengan berjalan kaki, bersepeda motor, hingga menggunakan mobil yang memenuhi ruas jalan sekitar lokasi. Lantunan takbir bergema dan bersahut-sahutan diantara barisan jemaah yang berdatangan, sementara hamparan sajadah dan alas salat membentang rapi di sepanjang jalan. Sejumlah petugas Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) terlihat sigap membantu menjaga ketertiban dan kenyamanan jemaah.

Salat Idulfitri di Tugu Pahlawan dipimpin oleh Ustad Fauzan sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan oleh Ustad Thoat Setiawan sebagai khatib. Suasana penuh kekhusyukan terasa sejak takbiratul ikram dilantunkan, dengan seluruh jemaah berbaris rapi mengikuti rangkaian ibadah.

Setelah salat selesai, khutbah diikuti secara khidmat oleh ribuan jemaah yang berkumpul di lokasi tersebut. Ustad Thoat Setiawan membawakan tema "Konstruksi Peradaban Fitrah Melalui Sinergi Pilar Sosial dan Integritas Loyalitas Global di Era Disrupsi".

Dalam khutbahnya, Ustad Thoat menjelaskan bahwa 1 Syawal dengan gema takbir bukan hanya sekadar selebrasi lisan, melainkan proklamasi kemenangan atas ego, nafsu, dan belenggu materialisme yang selama sebulan dilawan dalam madrasah Ramadan.

"Kembali fitrah, sebuah titik nol kesucian manusia," ujarnya.

Beliau menekankan bahwa sebagai kaum terpelajar dan beriman, umat Muhammadiyah harus mampu membawa fitrah untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik. Menurutnya, Idulfitri bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi implementasi kesalehan sosial yang lebih luas.

"Fitrah yang telah kita raih harus menjadi energi penggerak untuk mewujudkan integritas loyalitas global dalam setiap kehidupan. Dengan memadukan otoritas ilmu, keadilan, kepemimpinan, kedermawanan, dan ketenangan hati, kita tidak hanya menyelematkan diri sendiri, tetapi juga sedang merajut kembali martabat umat di panggung peradaban dunia," tegas Ustad Thoat.

Sebelumnya, M. Ridlwan, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, menyampaikan bahwa selain di Jalan Pahlawan, Salat Idulfitri 1447 Hijriah juga diadakan di 103 titik lain di Surabaya, sehingga total ada sebanyak 104 titik pelaksanaan.

"Jadi kita Surabaya itu kisaran antara 100 sampai 110. Dan alhamdulillah untuk tahun ini 104," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ketertiban, mengingat adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah antara Muhammadiyah, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, pihaknya juga mengimbau seluruh panitia untuk menjaga kondusivitas, mengingat pelaksanaan hari raya berdekatan dengan perayaan Hari Nyepi pada 19 Maret.

"Jadi insyaallah kekhusyukan yang kita utamakan daripada katakanlah nanti dikhawatirkan menimbulkan persoalan, baik dengan agama lain maupun sesama Islam," pungkasnya.

Pelaksanaan salat berjalan lancar dan tertib, dengan jemaah kembali pulang membawa semangat baru untuk menerapkan nilai-nilai Idulfitri dalam kehidupan sehari-hari. (zaz/hen)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
03:18
00:47
02:55
01:46
05:08

Viral