- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah, Wagub Emil dan Mensos Gus Ipul bersama Jemaah Salat Idulfitri di Masjid Al-Akbar
"Tradisi silaturahmi ini harus terus dijaga, saling memaafkan memang tidak harus menunggu hari raya Idulfitri tetapi silaturahmi dan saling memaafkan saat Idulfitri adalah bagian yang dapat menyempurnakan ibadah ramadhan kita," terangnya.
"Setelah Allah mengampuni dosa dan khilaf kita, maka selanjutnya _hablu minannas_ harus dituntaskan melalui silaturahmi dan saling memaafkan diantara kita semua," imbuhnya.
Selesai menjalankan Salat Ied, Gubernur Khofifah bersama Gus Ipul berserta istri, Wagub Jatim dan Ketua TPP PKK bersalam-salaman dengan jemaah salat Idulfitri. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini pun mengucapkan selamat merayakan hari raya Idulfitri bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
"Kembali kami, saya, pak Wagub dan seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur menyampaikan minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin mudah-mudahan ibadah puasa kita salat kita semua diterima oleh Allah, mudah-mudahan kita bisa bertemu dengan Ramadan tahun depan dengan suasana yang makin aman makin bahagia dan makin sejahtera untuk semuanya," ucapnya.
Selepas salat ied Gubernur Khofifah dan keluarga besar melakukan ziarah ke makam suami dan orang tua nya di Jemursari Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan riyayan dengan masyarakat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag mengangkat tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver”, yang menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Idul Fitri sebagai momentum untuk menghadirkan kebermanfaatan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (hen)