- tvOne - agus wibowo
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga
Pacitan, tvOnenews.com — Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ini berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kondisi ini dikeluhkan masyarakat di sejumlah desa dengan geografis wilayah pegunungan. Warga tidak dapat membeli BBM Pertalite karena di beberapa kios pengecer tidak tersedia.
“Pihak SPBU melarang pembelian menggunakan jirigen. Tidak memperkenankan warga membeli menggunakan jirigen dengan alasan apapun,” kata Prasetyo, agen pengecer BBM di Nawangan.
Prasetyo menambahkan, warga desa dengan geografis pegunungan tidak mungkin membeli BBM hanya 2 sampai 3 liter karena harus menempuh jarak yang jauh. Apalagi para petani, mereka juga tidak membawa alat pertanian seperti traktor hanya untuk membeli BBM ke kota.
“Kemarin antri panjang namun sampai giliran ditolak dengan alasan tidak melayani pembelian dengan jirigen. Bagaimana juga dengan petani dan warga lain yang memerlukan BBM untuk alat pertanian, perkebunan harus membawa alat pertaniannya ke SPBU ke kota Pacitan dengan jarak tempuh yang cukup jauh,” tambahnya.
Di sisi lain, sejak BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan di wilayah tersebut, masyarakat semakin tertekan akibat kenaikan harga pangan yang disebut mencapai hingga 70 persen dari kondisi normal.
Ayu Lestari, pedagang sayur di pasar desa di Kecamatan Nawangan, mengaku kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Secara persis tidak tahu penyebabnya, tapi memang sejak BBM subsidi jenis pertalite langka. Kami gunakan Pertamax yang harganya lebih mahal. Makanya kami juga jual kebutuhan pokok naik,” ujarnya.
Sejumlah desa yang mengalami kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite merupakan wilayah pedesaan dengan geografis pegunungan, seperti Kecamatan Nawangan, Kecamatan Bandar, dan sebagian Kecamatan Arjosari.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran pasokan dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah pegunungan Pacitan. Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM bersubsidi di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah.
Sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, Pertamina Patra Niaga terus menjalankan komitmennya dalam penyediaan BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini BPH Migas.
Beredar informasi bahwa dalam sepekan terakhir masyarakat Kabupaten Pacitan di sejumlah desa mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite, terutama dengan kondisi geografis wilayah Kabupaten Pacitan yang didominasi pegunungan.
Merespons keluhan ini, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan komitmen perusahaan terhadap kelancaran pasokan dan distribusi di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.
"Pelayanan di SPBU kami pastikan sesuai dengan SOP yang berlaku. Tidak ada pembatasan, semua masyarakat tetap dilayani, termasuk segmen tertentu yang menggunakan surat rekomendasi untuk pembelian," ujarnya.
Selanjutnya, Ahad menegaskan bahwa pasokan BBM jenis Pertalite dipastikan aman dan mencukupi dengan stok rata-rata 16 KL di masing-masing SPBU.
Terkait distribusi di daerah pegunungan, untuk segmen tertentu sebagaimana ditetapkan pemerintah (nelayan dan petani) diperkenankan menggunakan jerigen untuk pengisian BBM subsidi, yakni pengisian ke non-kendaraan sesuai dengan surat rekomendasi. Untuk kuota batas pengisian diatur oleh dinas terkait dan tertera pada surat rekomendasi.
"Dengan adanya aturan ini, Pertamina pastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati energi sebagaimana kebutuhan dengan mengutamakan pelayanan optimal dan juga masif melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait dukungan kelancaran penyaluran segmen khusus melalui surat rekomendasi sehingga mempermudah distribusi dan akses bagi masyarakat setempat," tutup Ahad.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135. (asw/gol)