- tim tvOne
Peringati Hari TBC, Ribuan Paket Kebersihan Dibagikan di Surabaya
Surabaya, tvOnenews.com - Upaya penanganan penyakit tidak hanya bergantung pada pengobatan medis. Bagi penderita Tuberkulosis (TBC), dukungan moral serta kondisi lingkungan yang bersih turut berperan dalam proses pemulihan. Hal ini tercermin dalam kegiatan penyaluran bantuan di Kota Surabaya.
Dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, sebanyak 1.000 paket kebersihan disalurkan kepada pasien TBC, keluarga pasien, dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses pemulihan sekaligus meningkatkan kesadaran terkait pentingnya sanitasi dalam pencegahan penularan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, M.Kes, pada Jumat (17/4/2026).
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kondisi pasien yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek kesehatan, sosial, maupun ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu proses pemulihan pasien TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan untuk mencegah penularan,” ujarnya kepada awak media, Senin (20/4/2026).
Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di Indonesia, termasuk di Surabaya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek sosial, psikologis, hingga ekonomi keluarga.
Salah satu kendala yang dihadapi pasien adalah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Karena itu, paket yang berisi sabun, perlengkapan sanitasi, serta kebutuhan dasar lainnya dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas hidup selama masa pengobatan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030, yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa TBC bukan penyakit yang harus menimbulkan stigma, melainkan masalah kesehatan yang perlu ditangani bersama.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa penerapan perilaku hidup bersih memiliki peran penting dalam menekan penyebaran penyakit menular. (gol)