news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ujicoba Produksi Bensin Sawit Skala Mikro.
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Menteri Pertanian - ITS Perkuat Kolaborasi Hilirisasi Energi, Ujicoba Produksi Bensin Sawit Skala Mikro

Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP hadir dalam perhelatan Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada hari kedua.
Senin, 20 April 2026 - 15:26 WIB
Reporter:
Editor :

Inovasi bahan bakar berbahan baku utama sawit itu mampu mencapai campuran 70 persen atau E70 tanpa adanya perubahan signifikan pada mesin kendaraan. Teknologi ini diproyeksikan mendukung target pemerintah untuk tidak lagi bergantung pada impor solar sepenuhnya dan beralih ke bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Dengan hasil tersebut, menurut Amran, maka boleh dikatakan produk ini berada di antara Pertalite dan Pertamax. 

“Jika ini dikawal terus, mimpi kita menuju kemandirian energi bukan lagi sekadar angan,” tutur Amran dengan bangga melihat produk inovasi Benwit ITS tersebut.

Ketertarikan Mentan sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) terhadap Benwit pun membuahkan hasil memuaskan. Untuk itu, ia menekankan kepada peneliti ITS untuk segera melakukan paten terhadap hasil riset tersebut.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara ITS dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Hal tersebut merupakan bentuk dorongan untuk peneliti agar bisa terus melakukan pengembangan hingga dapat didistribusikan ke masyarakat luas.

Melalui kerja sama ini, diharapkan PTPN selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor agribisnis perkebunan dapat memberikan ruang bagi peneliti untuk memaksimalkan hasil inovasinya. 

“Jika produk ini bisa berhasil 100 persen setelah melakukan uji coba pengembangan, akan kita teruskan ke Bapak Presiden sehingga dapat segera dilakukan distribusi,” ungkap Amran optimistis.

Selain bahan bakar, Mentan juga memperhatikan alat panjat kelapa yang sebelumnya sudah pernah dipesan oleh Kementan RI sebanyak 10 unit. Alat ini dirancang untuk menggantikan peran petani kelapa yang selama ini harus memanjat secara manual dengan resiko yang tinggi.

Amran menyebut proses hilirisasi kelapa dan sawit Indonesia sangatlah fantastis. Hasilnya dapat mencapai angka Rp 10 ribu triliun jika dikelola secara maksimal dari hulu ke hilir. 

“Kita punya air kelapa, minyak kelapa murni, hingga susu kelapa yang saat ini tinggi permintaan untuk ekspor, sehingga untuk teknologinya kita percayakan pada ITS lewat alat panjat kelapa ini,” tutur Amran.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyambut baik tantangan tersebut. Guru Besar Teknik Mesin ITS itu memastikan setiap inovasi peneliti di ITS disesuaikan dengan kebutuhan industri dan negara.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
01:49
04:22
02:39
00:59
03:27

Viral