- tvOne - zainal azkhari
Casbar Surabaya Disorot Warga soal Kebisingan, Manajemen Klaim Sudah Pasang Peredam
“Kami juga mengajak untuk melakukan uji kebisingan bersama guna memastikan apakah masih dalam batas baku mutu atau tidak, tetapi itu juga ditolak,” ungkapnya.
Terkait legalitas, Sandy menegaskan bahwa operasional Casbar telah melalui verifikasi ketat dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, hingga Dinas Lingkungan Hidup, baik tingkat kota maupun provinsi, serta dinas terkait lainnya, dan dinyatakan memenuhi semua persyaratan yang berlaku.
“Jadi izin kami lengkap dan legal,” tegasnya.
Mengenai rencana kunjungan Wakil Wali Kota Armuji ke lokasi yang sempat viral di media sosial, Sandy mengaku pihaknya masih menunggu kepastian jadwal resmi.
Manajemen berharap persoalan ini dapat segera menemukan titik terang melalui mediasi. Mereka ingin usaha dapat berjalan normal tanpa merugikan masyarakat sekitar.
“Kami ingin hidup berdampingan dengan warga secara harmonis dan saling mendukung,” pungkas Sandy.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah orang mendatangi lokasi usaha pada malam hari dengan membawa spanduk berisi penolakan terhadap keberadaan tempat usaha tersebut, Sabtu malam (18/4/2026).
Perwakilan warga RW 06 Kedung Baruk, Sutjianto, meminta Casbar ditutup lantaran khawatir akan aktivitas kebisingan suara, peredaran minuman keras, dan perbuatan maksiat.
“Kami ingin Casbar ditutup karena kami tidak ingin ada praktik maksiat di lingkungan kami. Suara bising di lapangan juga tetap melanggar aturan jam operasional hingga pagi,” ucapnya. (zaz/gol)