- tim tvOne
USTDA Tawarkan Kerja Sama Investasi Infrastruktur Sektor Prioritas ke Pengusaha Jatim
“Kegiatan kami didasarkan pada dua misi utama. Pertama, kami mendorong pengembangan infrastruktur berkualitas tinggi di negara-negara berkembang guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedua, kami mendukung perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dengan memfasilitasi penerapan teknologi dan layanan asal AS di pasar internasional,” jelasnya.
Menurut Anna, pendekatan tersebut juga bertujuan memperkuat prioritas strategis Amerika Serikat bersama mitra global, mulai dari aspek ekonomi hingga keamanan. “Melalui pendekatan ini, kami bertujuan untuk memperkuat prioritas strategis Amerika Serikat bersama para mitra global, mencakup aspek ekonomi, kerja sama politik, hingga kepentingan keamanan,” katanya.
Ia mengungkapkan, USTDA memiliki sejumlah sektor prioritas kerja sama, antara lain energi, infrastruktur digital yang mencakup konektivitas dan keamanan siber, transportasi dan penerbangan, layanan dan aplikasi seperti maskapai dan perkeretaapian, mineral kritis, serta sektor kesehatan.
“Prioritas kerja sama kami mencakup energi, infrastruktur digital, transportasi dan penerbangan, layanan dan aplikasi, mineral kritis, serta sektor kesehatan,” ujarnya.
Secara global, USTDA telah mendukung lebih dari seribu proyek di lebih dari 32 negara. Sementara di Indonesia, lembaga tersebut telah menangani lebih dari 35 proyek lintas sektor. “Hingga saat ini, kami telah mendukung lebih dari seribu proyek di lebih dari 32 negara. Khusus di Indonesia, kami telah menangani lebih dari 35 proyek lintas sektor,” tuturnya.
Menanggapi tawaran tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka dan menyambut gembira. Apalagi, kerja sama antara Jawa Timur dan Amerika Serikat tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya. Menurutnya, seperti yang disampaikan oleh pihak mitra internasional, pembangunan infrastruktur memiliki karakteristik yang berbeda dan berkembang sangat cepat sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.
“Dan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur mengambil peran strategis dalam mengisi kebutuhan tersebut, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia. Fokus ini menjadi penting agar pertumbuhan infrastruktur yang pesat dapat diimbangi dengan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri global,” tegas Adik.