news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keluarga Prajurit TNI-AL yang meningal di kapal tuntut penyebab kematian diusut..
Sumber :
  • tvOne - Rohim

Prajurit TNI-AL Meningal di KRI Tidak Wajar, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Ayah korban menemukan sejumlah luka lebam dan ceceran darah di area selangkangan. Dia juga membantah pernyataan oknum prajurit pendamping yang menyebut luka lebam tersebut adalah tanda lahir. 
Senin, 4 Mei 2026 - 19:03 WIB
Reporter:
Editor :

BangkalantvOnenews.com – Prajurit TNI-AL Tamtama Ghofirul Kasyfi (22) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur meninggal dalam kondisi tidak wajar saat dinas di salah satu KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat di Jakarta. Orang tua korban menuntut agar penyebab kematian anaknya diusut tuntas karena terdapat luka yang diduga akibat kekerasan pada tubuh korban.

Ghofirul baru bertugas pada Februari lalu di sebuah kapal militer di Jakarta. Namun, baru dua bulan dinas prajurit muda tersebut dikabarkan meninggal dunia. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban disebut meninggal dunia akibat bunuh diri di dalam kamarnya di KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta.

Pihak keluarga mengaku tidak percaya dengan narasi bunuh diri tersebut mengingat Ghofirul dikenal sosok yang tangguh. Ayah korban, Mahbub Madani, memaparkan rentetan peristiwa aneh sebelum kabar kematian diterima.

Pada 26 April dua orang yang mengaku komandan mendatangi rumah Mahbub dan mengabarkan bahwa putranya melarikan diri dari kapal tempatnya bertugas. Namun pada keesokan harinya pihak keluarga justru menerima kabar bahwa Ghofirul ditemukan meninggal dunia di kamarnya diduga bunuh diri.

"Kabar kepergian anak saya sangat janggal. Sebelumnya dikabarkan melarikan diri malah keesokan harinya dikabarkan sudah meninggal dunia," ungkap Mahbub dengan nada kecewa, Senin (04/05).

Kecurigaan keluarga semakin menguat saat jenazah tiba. Meski awalnya diinformasikan tidak ada tanda-tanda kekerasan, Mahbub melihat langsung kondisi fisik anaknya sebelum dikebumikan. Ia menemukan sejumlah luka lebam dan ceceran darah di area selangkangan. Mahbub juga membantah pernyataan oknum prajurit pendamping yang menyebut luka lebam tersebut adalah tanda lahir. 

"Saya ayahnya, saya tahu anak saya sejak bayi. Tidak ada tanda lahir seperti itu," tegasnya.

Selain itu, beberapa minggu sebelum meninggal korban sempat mengeluh melalui komunikasi telepon bahwa ia mendapat perlakuan keras dari seniornya. Korban bahkan mengaku dianiaya oleh puluhan orang di atas kapal.

Guna mengungkap kebenaran, ayah korban akan melayangkan surat keberatan kepada pihak TNI AL. Keluarga meminta agar dilakukan autopsi ulang secara menyeluruh dan transparan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
00:58
00:49
04:00
02:43
01:22

Viral