- tvOne - sandi irwanto
Gelombang Kedua Haji Dimulai, Jemaah Embarkasi Surabaya Langsung ke Jeddah
Surabaya, tvOnenews.com - Memasuki gelombang kedua yang dimulai Kamis (7/5) hari ini, pola perjalanan jemaah calon haji Embarkasi Surabaya mengalami perubahan signifikan.
Jemaah tidak lagi mendarat di Madinah, melainkan langsung menuju Jeddah melalui Bandara King Abdul Aziz sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Muhammag Asadul Anam, menyebutkan perbedaan teknis di gelombang kedua tersebut menuntut kesiapan lebih dari jemaah, khususnya terkait penggunaan pakaian ihram.
“Kain ihram harus disiapkan di tas kabin agar dapat digunakan segera setelah jamaah tiba di Jeddah,” ungkapnya.
Selain itu, jemaah gelombang kedua tidak mengenakan seragam batik haji nasional saat tiba di Tanah Suci.
“Mereka diwajibkan sudah memakai ihram sejak di pesawat atau bandara guna mempercepat pelaksanaan ibadah,” imbuhnya.
Pihak Embarkasi Surabaya menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan fisik jemaah agar proses ibadah, khususnya umrah wajib, dapat berjalan lancar setibanya di Makkah.
“Dengan dimulainya gelombang kedua ini, kami harapkan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dari Embarkasi Surabaya dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” paparnya.
Sementara itu, secara kumulatif hingga 5 Mei 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan sebanyak 19.728 orang dalam 52 kloter. Pada hari ini, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.518 orang dari empat kloter sehingga total kumulatif mencapai 21.246 orang dalam 56 kloter.
PPIH Embarkasi Surabaya menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat laporan satu jemaah wafat di Arab Saudi, dan informasi detail telah disampaikan melalui keterangan resmi sebelumnya.
As’adul Anam menyampaikan bahwa operasional pemberangkatan jemaah haji terus berjalan optimal dengan dukungan koordinasi lintas sektor yang solid.
“Alhamdulillah, hingga hari ini operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Mekanisme mutasi berjalan efektif sehingga mampu mengoptimalkan keterisian kursi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah yang mengalami kendala tetap menjadi prioritas utama.
“Kami terus memastikan jemaah yang mengalami penundaan mendapatkan penanganan terbaik, baik dari sisi kesehatan maupun penjadwalan ulang keberangkatan, sehingga dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” tambahnya.