news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ISKI Jatim.
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Silaturahmi dengan Akademisi dan Praktisi, ISKI Jatim Perkuat Budaya Komunikasi, Literasi dan Kolaborasi

ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) Jawa Timur menggelar silaturahmi dengan akademisi dan praktisi komunikasi di Surabaya. 
Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) Jawa Timur menggelar silaturahmi dengan akademisi dan praktisi komunikasi di Surabaya. 

Acara yang diinisiasi oleh Ketua ISKI Jatim, Suko Widodo ini menghasilkan berbagai pemikiran- pemikiran untuk mengembangkan budaya komunikasi dan literasi di tengah era digitalisasi. 

Pandangan-pandangan soal komunikasi dan literasi, memperkuat cara penyampaian informasi kepada publik. Pada prakteknya, ISKI Jatim membaca apa yang dibutuhkan oleh publik, yang salah satunya memberikan arah kebijakan kepada pemerintah daerah.

“ISKI bisa membuat forum rutin soal komunikasi. Kita terlalu banyak bicara, tetapi sering tidak punya dokumentasi dan ruang diskusi yang kuat,” jelas Suko Widodo dalam ngobrol santai tapi serius di NG26 Cafe Surabaya, Jumat (8/5).

Ia menilai kalangan akademisi komunikasi harus lebih produktif dalam menulis dan mendokumentasikan gagasan melalui buku maupun forum ilmiah, agar pemikiran yang berkembang memiliki pijakan akademik yang jelas. Termasuk para praktisi komunikasi yang juga perlu membuat tulisan pengalaman-pengalamannya, agar bisa menjadi insight untuk generasi selanjutnya.

Penguatan budaya literasi menjadi penting karena banyak gagasan dan pengalaman akademik yang tidak terdokumentasi dengan baik sehingga mudah hilang.

Sukowi sapaan akrab Suko Widodo juga menekankan bahwa ilmu komunikasi tidak hanya bersumber dari disiplin komunikasi semata, tetapi juga diperkaya oleh psikologi, sosiologi, media penyiaran, hingga praktik jurnalistik.

Dalam kegiatan yang dihadiri sarjana komunikasi dari berbagai profesi, mulai dari media, dosen, humas, psikolog, hingga pengusaha itu, Suko menegaskan pentingnya komunikasi publik yang dibangun secara humanis.

Hal itu, katanya, dapat dilakukan melalui kemampuan mendengar, menghormati lawan bicara, dan menjaga etika dalam berdialog.

“Anak-anak di Jepang diajarkan bagaimana berbicara dengan melihat mata lawan bicara dan tidak memotong pembicaraan. Hal-hal seperti itu penting dalam budaya komunikasi,” ujarnya.

Ia juga mengkritik budaya komunikasi yang terlalu formal dan seremonial karena dinilai kerap mengabaikan substansi pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Suko berharap ISKI Jatim dapat menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi dan praktisi untuk memperkuat tradisi komunikasi yang sehat, sekaligus memberi kontribusi terhadap pencerahan publik di Indonesia. (hen)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral