- tvOne - Wawan Sugiarto
Viral Dugaan Intimidasi Ojol dan Wisatawan Asal Cina di Probolinggo, Polisi Lakukan Penyelidikan
Probolinggo,tvOnemews.com – Video yang menampilkan dugaan intimidasi terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) dan wisatawan asal Cina viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo kini tengah ditangani oleh Polres Probolinggo Kota.
Video berdurasi 12 detik itu diunggah langsung oleh wisatawan asing melalui akun Instagram @jinnie666888. Dalam rekaman terlihat seorang pria pengendara motor diduga melakukan intimidasi terhadap turis asal Cina yang saat itu bersama pengemudi ojol. Hingga kini video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan menuai ribuan respons dari warganet.
Pengemudi ojol bernama Candra Ewin (46), warga Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih mengungkapkan bahwa kejadian itu berlangsung pada Minggu siang (10/5).
Ia mengaku menerima pesanan tersebut karena penumpangnya merupakan warga negara asing dan menurutnya hal itu diperbolehkan sesuai kesepakatan yang berlaku.
“Ketika saya hendak membawa WNA tersebut tiba-tiba datang seorang pria naik motor yang diduga mengintimidasi wisatawan tersebut. Setelah itu, turis asal Cina itu merekam kejadian,” ujar Candra, Selasa (12/5).
Menurut Candra pria tersebut melarang dirinya membawa penumpang dari area terminal dengan alasan ojol tidak diperbolehkan mengambil penumpang di lokasi tersebut.
Karena khawatir situasi semakin memanas Candra akhirnya memilih membatalkan pesanan dan meninggalkan tempat kejadian.
“Harapan saya karena sudah ada kesepakatan, ojol tetap diperbolehkan melayani tamu mancanegara agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah membenarkan adanya insiden tersebut. Polisi saat ini masih mendalami identitas pria yang diduga melakukan intimidasi termasuk kemungkinan berasal dari ojek pangkalan atau transportasi umum tujuan Bromo.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait pihak yang melarang tersebut. Harapannya, baik ojol maupun ojek pangkalan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan tanpa membedakan,” tegasnya. (wso/ias)