news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga kedelai yang terus melonjak menjadi keluhan para produsen tempe..
Sumber :
  • tvOne - Muhammad Imron

Pengrajin Tempe Blitar Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik

Selain harga kedelai yang melonjak, kenaikan juga terjadi pada harga plastik pembungkus. Bahkan, harga plastik disebut mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan sebelumnya.
Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:15 WIB
Reporter:
Editor :

Blitar, tvOnenews.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada melonjaknya harga kedelai impor di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Harga kedelai yang sebelumnya berkisar Rp8.000 per kilogram kini naik hingga mencapai Rp10.400 per kilogram.

 

Kenaikan harga bahan baku tersebut dirasakan para produsen tempe di berbagai wilayah di Blitar, termasuk di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok. Dalam dua bulan terakhir para pengrajin tempe harus menghadapi beban biaya produksi yang terus meningkat. 

 

Salah satu produsen tempe, Nasruddin, mengaku tetap mempertahankan ukuran dan kualitas tempe meski harga bahan baku terus naik. Langkah itu dilakukan demi menjaga kepercayaan pelanggan yang selama ini menjadi penopang usahanya.

 

“Kita tetap menjaga kualitas untuk menjaga pelanggan, ukuran tidak kurangi,” ungkapnya.

 

Selain harga kedelai yang melonjak, kenaikan juga terjadi pada harga plastik pembungkus. Bahkan, harga plastik disebut mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan sebelumnya.

 

Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin membengkak. Meski demikian, para pengrajin tempe di Blitar tetap berupaya bertahan di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku.

 

“Ya, biaya produksi pasti membengkak, apalagi harga plastik naik lebih dari separuh,” keluhnya.

 

Menurut Nasruddin para produsen tempe berharap harga kedelai dapat segera stabil agar usaha kecil yang mereka jalankan tetap mampu bertahan dan terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (min/ias)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral