- Tim tvone - tim tvone
Peringati Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah bersama Menteri Arifah, serta Syeikh Afeefuddin, Gaungkan Perdamaian Dunia kepada PBB
"Kalau beliau masuk surganya Allah, mudah-mudahan kita bisa berseiring bersama beliau. Dan ini luar biasa, kali ini istri dan putra beliau juga rawuh. Tidak ada daun pohon manapun yang jatuh tanpa izin Allah. Maka atas izin Allah beliau hadir di majelis yang mulia ini ," ungkapnya.
"Maka, mudah-mudahan karomahnya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani turun kepada kita semua. Berkah insya Allah," tuturnya menambahkan.
Selain dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, kegiatan tersebut juga dihadiri Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU dari sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang. Khofifah pun mengapresiasi semangat kemandirian dan militansi para anggota Muslimat NU yang hadir secara mandiri dari berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan.
"Untuk itu, saya memberikan apresiasi dan terima kasih. Ada yang dari Kangean, jalan lautnya berapa jam kesini. Ada juga yang dari Sepudi, semuanya bayar sendiri-sendiri. Inilah kemandirian yang dibangun di lingkungan muslimat. Alhamdulillah, luar biasa," ucap Khofifah.
Khofifah menilai, Muslimat NU selama ini konsisten menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah melalui penguatan silaturahmi, dzikir, doa bersama, serta pendidikan karakter di tengah masyarakat.
Sementara itu, Syeikh Afeefuddin menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dalam Harlah ke-80 Muslimat NU. Ia menilai, Muslimat NU memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keIslaman, membentuk akhlak dan adab generasi muda, serta membangun keluarga yang kuat.
"Saya setiap kali hadir disini, hadir di negara ini, negara yang penuh dengan damai dan aman, khususnya Jawa Timur ini, selalu ada berita yang datang dari tempat-tempat yang terjauh. Mereka datang untuk mengharapkan berkah. Mereka datang untuk mendapatkan mahabbah. Semoga majelis ini selalu diberkahi oleh Allah SWT, sehingga mereka dipermudah di dalam urusan-urusannya. Dan harlah Muslimat yang ke-80 ini semoga tidak hanya usianya 80, tetapi akan ditambah ratusan tahun ke depan," harapnya.
Dalam Mau'idhoh Hasanah yang diberikannya, Syeikh Afeefuddin mengingatkan anggota Muslimat NU untuk menjaga generasi penerus dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Pasalnya, penggunaan gawai yang salah dapat membuat orang tua maupun anak lalai terhadap tanggung jawab spiritual dan sosialnya.