- tvOne - sandi irwanto
Kisah Petugas Haji Dorong 25 Jemaah Lansia dan Risti Jalani Tawaf Ifadah dan Sa’i
"Bahkan kami selalu berseragam sejak kedatangan hingga Arafah. Ini bukti komitmen kami dalam mengabdi. Kami Tim Landis Sektor 3 berkomitmen memberikan pelayanan prima, totalitas, dan tanggung jawab agar jemaah haji khusyuk dalam beribadah," imbuh Bobby.
Menurut Bobby, tindakan yang dilakukannya secara ikhlas diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi dirinya.
"Untuk tawaf ifadah itu memang jariyah dari saya sendiri. Sebisa mungkin, sebanyak mungkin, semaksimal mungkin kami mendorong sendiri jemaah haji. Saya tidak mau menerima uang dari jemaah, saya hanya menginginkan doa mereka untuk saya dan keluarga. Adapun yang saya bantu yaitu jemaah haji yang lansia dan mengidap penyakit kronis, seperti tumor lambung, gangguan sendi tulang kaki, dan lain-lain. Itu pun harus melalui persetujuan dokter," ujarnya.
Pelayanan prima yang diberikan oleh PPIH Pusat, seperti yang dilakukan Bobby, menuai banyak pujian dari jemaah haji tahun ini. Hal tersebut tidak hanya membangun citra baik secara personal, tetapi juga menunjukkan keberhasilan Kementerian Agama dalam mempersiapkan petugas PPIH untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji tahun 2026.
Kepuasan pelayanan tersebut disampaikan oleh Hj. Salkiah, jemaah haji Kloter 13 asal Lombok.
"Petugas haji tahun ini benar-benar berkhidmat dan memberikan pelayanan total untuk jemaah haji. Saya melihat langsung dari Petugas Bobby yang mendampingi saya dan tidak mau diberi uang saku. Dia hanya meminta doa supaya diampuni dosa-dosanya," ungkap Hj. Salkiah.
Loyalitas petugas PPIH terhadap jemaah haji tahun 2026 tidak hanya dirasakan oleh Hj. Salkiah, tetapi juga oleh Mbah Kanah, jemaah asal Surabaya.
"Saya yang sudah tua ini, alhamdulillah Allah memanggil saya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sebelum berangkat saya ragu, mampukah fisik saya diajak berjuang. Namun akhirnya, berkat Allah dan bantuan Mas Bobby, saya merasa lega karena ada yang mendampingi. Akhirnya terkabul semua angan-angan saya, dapat melaksanakan rukun, wajib, dan sunah haji," papar Mbah Kanah.
"Perjuangan beliau patut diacungi jempol, menolong tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun," imbuhnya.