- tim tvone - tim tvone
Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Digelar Megah, Tampilkan Motif Batik Berkelas Dunia
Di tengah ramainya pameran, batik khas Bojonegoro menjadi salah satu yang paling mudah dikenali. Motif-motifnya tak hanya menawan secara visual, namun juga menyimpan filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono menyebut, kekuatan batik Bojonegoro terletak pada nilai filosofi dan identitas lokal yang melekat di setiap motifnya.
“Jadi kalau batik bojonegoro, motif-motifnya itu lebih mengambil dari kekayaan alam yang ada di Bojonegoro. Jadi ada nilai-nilai sejarah, ada budaya, dan juga ada kebanggaan. Seperti yang saya pakai ini, ini adalah motif Sri Wuming. Sri Wuming itu adalah perpaduan dari cinta kasih, keseimbangan alam, dan keharmonisan di dalam rumah tangga. Jadi ada perpaduan, dua insan menjadi satu. Harapan kami Batik Bojonegoro ada di kegiatan-kegiatan atau acara-acara formal, ini juga sekaligus kebanggaan saya, dan mendorong UMKM atau pembatik Bojonegoro supaya menjadi kebanggaan,” ungkap Cantika Wahono.
Pelestarian batik tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan para perajinnya. Sebab bagi para perajin, batik adalah sumber penghidupan. Ada tenaga, waktu, dan harapan yang dititipkan dalam setiap lembar karya yang mereka hasilkan.
“Batik Bojonegoro yang paling saya suka adalah yang bermotif kayu jati atau daun jati dan yang kedua adalah meliwis mukti yang mana meliwis mukti ini berasal dari angling darmo pada waktu itu menjelma dan berubahlah menjadi meliwis putih. Maka ini menjadi sebuah inspirasi yang kuat semangat pantang menyerah dan menjadikan kita kekuatan bahwa dengan perjuangan tentu kita akan sukses,” cerita Wabup Nurul.
Total, sebanyak 108 stand turut meramaikan penyelenggaraan festival tahun ini. Ramainya pengunjung menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang ikut berpartisipasi.
Selama empat hari penyelenggaraan, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai 1,4 miliar rupiah. BWBF 2026 menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. (hen)