- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi Tim Kyai Lodra Peraih Piala Bergilir Presiden RI, Perkuat Ekosistem Kebudayaan dan Regenerasi Reog Ponorogo
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat. Menurutnya, budaya bukan hanya aset warisan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah," ajaknya.
Khofifah pun berharap prestasi yang diraih Tim Kyai Lodra menjadi motivasi bagi seluruh pelaku seni budaya di Jawa Timur untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
"Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, yang selama ini memberikan pembinaan, arahan, serta fasilitasi kepada para pelaku seni.
Ia menjelaskan, selain meraih gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI, Tim Kyai Lodra juga berhasil memborong sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik.
"Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta dan juga pastinya dukungan dari berbagai pihak," ungkapnya.
Joko berharap Reog Ponorogo terus berkembang sebagai ruang pengabdian para seniman, budayawan, akademisi, dan generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, serta memajukan seni budaya Indonesia sebagai warisan yang bernilai luhur dan mendunia.
"Secara khusus para generasi muda dalam mengemban tugas pelestarian pengembangan dan kemajuan seni budaya di Jawa Timur," pungkasnya. (hen)