- tim tvOne
Depo Kalimas di Tanjung Perak Mulai Beroperasi, Layani Stuffing dan Stripping Kontainer
Apabila jumlah kapal bertambah, perusahaan juga berencana menambah kapasitas depo dengan kebutuhan lahan sekitar 5.000 hingga 6.000 meter persegi.
“Kami akan mengikuti perkembangan jumlah kapal. Kalau armada bertambah, tentu kapasitas depo juga harus diperluas. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pelindo agar kebutuhan lahan dapat dipenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Sukendra menilai lokasi depo yang berada di dalam kawasan pelabuhan dapat mengurangi biaya logistik karena jaraknya lebih dekat dengan dermaga.
“Kalau depo berada di luar pelabuhan, biaya trucking akan jauh lebih mahal. Dengan depo berada di dalam kawasan pelabuhan, efisiensi biaya bisa mendekati 15 persen sehingga tidak membebani pelanggan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Depo Kalimas tidak difungsikan sebagai gudang penyimpanan jangka panjang, melainkan sebagai area transit untuk proses stuffing dan stripping. Setelah proses tersebut selesai, kontainer dipindahkan ke lini satu di kawasan Terminal Mirah sebelum dimuat ke atas kapal.
Peresmian Depo Kalimas diharapkan dapat mendukung kelancaran proses penanganan kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, seiring meningkatnya aktivitas distribusi barang melalui angkutan laut. (gol)