- Antara
KSP Dudung Abdurachman Gerak Cepat Permudah Perizinan Lahan Sawah Untuk Peningkatan Produksi Migas Nasional
tvOnenews.com - Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan rapat tertutup dan peninjauan lapangan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang terdampak Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian hambatan perizinan lahan pada sejumlah proyek migas strategis nasional.
Koordinasi yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Popy Rufaidah, S.E., M.B.A., Ph.D., Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian.
Selain itu nampak hadir pula, Direktur Jenderal Tata Ruang, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, serta Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deputi Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Jawa Timur, Bupati Demak, Bupati Grobogan, Bupati Bojonegoro, Kepala SKK Migas, Direktur Utama PT Pertamina EP, President Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), General Manager TIS Petroleum E&P Blora Pte. Ltd., serta jajaran pemangku kepentingan terkait.
Kepala Staf Kepresidenan mengatakan hambatan perizinan lahan pada kegiatan hulu migas tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan administrasi pertanahan. Menurutnya, isu tersebut berkaitan langsung dengan ketahanan energi, peningkatan produksi minyak dan gas bumi, pengurangan ketergantungan impor energi, serta penerimaan negara.
“Produksi migas dalam negeri harus kita kawal. Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, setiap potensi tambahan produksi minyak dan gas bumi harus segera direalisasikan. Kita perlu bekerja cepat, tetapi tetap tertib dan sesuai aturan,” ujar Kepala Staf Kepresidenan.
Dalam rapat tersebut, terdapat tiga kegiatan hulu migas prioritas yang menjadi perhatian, yaitu Sumur Eksplorasi Banyugeni-001 oleh PT Pertamina EP di Kabupaten Bojonegoro, Lapangan Gas RBG Blok I oleh TIS Petroleum E&P Blora Ltd. di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak, serta Proyek Kedung Keris West oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kabupaten Bojonegoro. Ketiga proyek tersebut dinilai strategis bagi peningkatan produksi migas nasional.