news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Panen Raya Jagung.
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Agar Petani Jagung di Jember Merdeka dari Utang Nyekek Leher

Petani jagung di Jember memegang peran krusial sebagai jantung pertahanan pangan nasional. Menjadi bagian dari lumbung pangan Jawa Timur—provinsi pemilik luas -
Jumat, 10 Juli 2026 - 13:32 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Petani jagung di Jember memegang peran krusial sebagai jantung pertahanan pangan nasional.

Menjadi bagian dari lumbung pangan Jawa Timur—provinsi pemilik luas panen jagung terbesar di Indonesia—pasokan jagung dari Jember secara konsisten menjadi bahan baku utama pakan ternak regional dan nasional.

Produktivitas lahan Jember yang tinggi tidak hanya menekan angka ketergantungan impor dan menstabilkan harga pakan local, melainkan juga menopang jutaan lapangan kerja sektor agrikultur di tanah air.

Provinsi Jatim Panen Jagung Tembus 4,8 Juta Ton
Sumber :
  • tim tvOne

Angin segar berembus bagi ratusan petani jagung di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sebanyak 200 petani jagung di Desa Tempuran, Kecamatan Cakru, Kencong, resmi merapatkan barisan dan bergabung dalam program kemitraan budidaya strategis yang digagas oleh PT Mekar Asta Nusantara.

Sinergi besar ini resmi diketuk lewat agenda Sosialisasi Program Kemitraan Petani Jagung yang dimotori oleh Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) bersama PT Mekar Asta Nusantara, sebuah perusahaan hasil kolaborasi taktis antara APWNU dengan PT Sampurna.

Langkah ini menjadi juru selamat bagi para petani lokal yang selama ini tercekik keterbatasan modal usaha dan terpaksa bergantung pada pembiayaan informal dari tengkulak dengan bunga selangit.

Melalui skema kemitraan ini, para petani bakal disuntik dukungan modal penuh berupa sarana produksi pertanian (saprotan) mulai dari benih unggul, pupuk, obat-obatan, hingga ongkos jasa tenaga tanam tanpa perlu agunan ataupun beban bunga sepeser pun.

Sistem pembayarannya pun sangat prorakyat, di mana petani baru melunasi seluruh biaya modal setelah masa panen rampung.

Pola ini membuat para petani bisa mengelola lahan mereka dengan tenang tanpa bayang-bayang kejaran utang berbunga.

Sekretaris Jenderal APWNU Joko Suprianto
Sumber :
  • APWNU

Sekretaris Jenderal APWNU Joko Suprianto menegaskan bahwa program ini adalah bukti konkret keberpihakan nyata kepada kaum tani lewat pembangunan ekosistem agraria yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

"Selama ini banyak petani terjebak dalam lingkaran utang kepada tengkulak karena keterbatasan modal. Melalui kemitraan ini, petani mendapatkan pembiayaan tanpa bunga, tanpa agunan, serta kepastian pasar. Mereka cukup fokus menanam dan meningkatkan hasil panen, sedangkan pembayaran dilakukan setelah panen. Inilah bentuk pemberdayaan petani yang sesungguhnya," ujar Dr. Joko Suprianto di hadapan para petani.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:17
01:37
01:48
04:59
01:03
03:58

Viral