- Tim tvone - tim tvone
Agar Petani Jagung di Jember Merdeka dari Utang Nyekek Leher
"Selama ini banyak petani terjebak dalam lingkaran utang kepada tengkulak karena keterbatasan modal. Melalui kemitraan ini, petani mendapatkan pembiayaan tanpa bunga, tanpa agunan, serta kepastian pasar. Mereka cukup fokus menanam dan meningkatkan hasil panen, sedangkan pembayaran dilakukan setelah panen. Inilah bentuk pemberdayaan petani yang sesungguhnya," ujar Dr. Joko Suprianto di hadapan para petani.
Selain urusan modal, PT Mekar Asta Nusantara juga menjamin hulu hingga hilir pemasaran yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi petani mandiri.
Hasil bumi para petani dipastikan bakal diserap langsung oleh perusahaan melalui jaringan pembeli korporasi kakap yang telah mengikat kontrak kerja sama nasional, seperti Perum Bulog hingga PT Charoen Pokphand Indonesia.
Selama ini, problem utama petani lokal adalah sulitnya menembus pasar industri besar akibat kendala skala produksi, rantai distribusi yang rumit, masalah logistik, hingga benturan syarat administrasi yang njelimet. Celah inilah yang kerap dimanfaatkan tengkulak untuk mempermainkan harga beli di tingkat bawah.
Hadir sebagai pembeli siaga (offtaker), PT Mekar Asta Nusantara bertugas mengonsolidasikan seluruh hasil panen, memotong jalur distribusi, dan menjamin harga jual di tingkat petani tetap kompetitif serta transparan.
Dalam sosialisasi tersebut, para petani juga digembleng mengenai mekanisme tata kelola budidaya jagung modern (good agricultural practices), efisiensi saprotan, hingga pemahaman sistem tata niaga yang aman.
Ke depan, APWNU dan PT Mekar Asta Nusantara berkomitmen penuh untuk menduplikasi dan memperluas program ini ke berbagai sentra wilayah pertanian di Indonesia guna menyokong target swasembada pangan nasional yang digelorakan pemerintah.