news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman.
Sumber :
  • Istimewa

Kementerans Godok Strategi Ekspor Mangga Asal Jawa Timur ke Jepang

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng kementerian/lembaga untuk melakukan pengembangan sekaligus ekspor mangga arumanis dan alpukat asal Jawa Timur ke Jepang.
Minggu, 12 Juli 2026 - 21:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jawa Timur, tvOnenews.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng kementerian/lembaga untuk melakukan pengembangan sekaligus ekspor mangga arumanis dan alpukat asal Jawa Timur ke Jepang.

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman mengatakan pihaknya sedang menyiapkan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan teknis yang selama ini menghalangi akses ekspor ke Jepang.

Pasalnya, kata Iftitah, buah asal Jawa Timur itu memiliki kualitas yang tidak kalah dengan mangga dari berbagai negara hingga dinilai berpotensi menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia di pasar internasional.

“Saya pernah mencicipi mangga dari berbagai negara, mulai dari Pakistan, Thailand, India, Cina, Mexico sampai Brazil. Tapi menurut saya, tidak ada yang mengalahkan manisnya mangga Jawa Timur. Karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengirim mangga Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia serta beberapa negara sahabat. Respons mereka sangat baik. Mereka menyukai mangga dari Jawa Timur,” kata Iftitah, Minggu (12/7/2026).

Iftitah menjelaskan Jepang salah satu pasar prioritas untuk dilakukan ekspor mengingat memiliki permintaan tinggi terhadap buah berkualitas. 

Namun, hingga kini ekspor mangga Indonesia masih terkendala sejumlah persyaratan teknis terutama terkait pengendalian lalat buah.

“Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasinya. Memang membutuhkan biaya, tetapi saya yakin kalau hambatan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang akan terbuka dan masyarakat Jepang akan menyukai mangga Indonesia,” katanya.

Iftitah mengaku Kementrans menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan kawasan transmigrasi untuk memperkuat hasil perkebunan itu.

Menurutnya setiap kawasan akan dikembangkan berdasarkan komoditas unggulan yang dimiliki sehingga terbentuk rantai nilai yang utuh mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akses pasar dan ekspor.

“Kalau suatu daerah unggul di mangga, maka kita bangun ekosistem mangga. Kalau unggul di durian, kita bangun ekosistem durian. Begitu juga dengan kelapa dan komoditas lainnya. Setiap kawasan harus dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Iftitah menjelaskan langkah tersebut bagian dari transformasi transmigrasi yang kini tidak lagi berorientasi pada perpindahan penduduk.

Melainkan turut serta berperan pada pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kita ingin kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi yang berkembang sesuai potensi daerahnya. Masa depan transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun kawasan yang produktif dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyambut baik kolaborasi yang dibangun Kementrans tersebut. 

Menurutnya keberhasilan membawa produk lokal ke pasar internasional hanya dapat dicapai melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital.

“Kalau ingin menciptakan sesuatu yang besar, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital harus berjalan bersama agar potensi daerah bisa dikenal lebih luas,” kata Emil.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral