- tvOne - Rohmadi
Jelang HUT ke-81 RI Pesanan Kostum Karnaval di Jombang Melonjak 100 Persen, Tren Cosplay Jadi Primadona
Jombang, tvOnenews.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia permintaan kostum karnaval di Kabupaten Jombang mengalami lonjakan signifikan. Tren cosplay karakter yang semakin digemari masyarakat menjadi berkah tersendiri bagi para perajin kostum karena pesanan naik dua kali lipat dibandingkan periode biasa.
Salah satu perajin, Samiaji, pemilik rumah produksi kostum karnaval di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, dalam beberapa pekan terakhir disibukkan dengan berbagai pesanan kostum untuk parade dan karnaval kemerdekaan di sejumlah daerah.
Berbagai karakter unik dan futuristik tampak dirakit di ruang kerjanya. Menariknya, sebagian besar kostum tersebut dibuat dari bahan-bahan daur ulang seperti styrofoam, kardus bekas, bungkus paket, hingga sisa kulit jok yang disulap menjadi karya seni bernilai tinggi.
Menurut Samiaji tren kostum tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta karnaval lebih banyak memilih kostum bertema tradisional atau profesi tertentu, kini kostum bergaya cosplay karakter justru menjadi favorit.
“Ini pesanan untuk persiapan parade dan karnaval. Sekarang yang paling banyak diminati memang kostum cosplay karakter. Ada juga pesanan khusus yang dibuat dari bahan-bahan bekas,” ujar Samiaji, Sabtu (1/8).
Proses pembuatan satu kostum tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap kostum membutuhkan waktu pengerjaan sekitar dua hingga tiga minggu tergantung tingkat kerumitan desain yang diinginkan pemesan.
Pengerjaan diawali dengan membuat sketsa sesuai karakter yang dipilih pelanggan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemilihan bahan, pemotongan, perakitan rangka, hingga tahap pengecatan dan penyempurnaan detail.
Kreativitas menjadi kunci utama dalam proses produksi. Berbagai material bekas yang dianggap tidak bernilai oleh sebagian orang justru diubah menjadi kostum yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi.
“Pengerjaannya sekitar dua sampai tiga minggu. Mulai dari desain sampai finishing harus dikerjakan dengan detail agar hasilnya sesuai keinginan pemesan,” jelasnya.
Momen peringatan Hari Kemerdekaan menjadi musim panen bagi para perajin kostum karnaval. Samiaji mengaku jumlah pesanan yang diterimanya meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Jika pada kondisi normal ia hanya menerima satu pesanan dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, kini dalam satu bulan dirinya mampu mengerjakan dua hingga empat pesanan sekaligus.
Lonjakan tersebut tidak hanya datang dari wilayah Jombang. Sejumlah pelanggan juga berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Mojokerto hingga Pasuruan.
“Biasanya dalam beberapa bulan hanya ada satu pesanan. Sekarang dalam satu bulan bisa dua sampai empat pesanan sekaligus karena mendekati perayaan Agustus,” katanya.
Harga kostum yang ditawarkan bervariasi, tergantung desain, ukuran, dan tingkat kesulitan pengerjaannya. Untuk kostum sederhana harga dibanderol mulai Rp300 ribu. Sementara kostum dengan detail kompleks dan ukuran besar bisa mencapai jutaan rupiah.
Khusus kostum berbahan daur ulang yang saat ini sedang dikerjakan, Samiaji mematok harga sekitar Rp1,2 juta per unit.
Meski menggunakan bahan bekas nilai estetika dan kreativitas yang ditawarkan membuat kostum-kostum tersebut tetap memiliki daya tarik tinggi di mata pelanggan.
Meningkatnya antusiasme masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke-81 tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kreatif. (roi/ias)