- tim tvOne
14.681 Warga Binaan di Jatim Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Sidoarjo, tvOnenews.com - Sebanyak 14.681 warga binaan di Jawa Timur menerima Remisi Umum II dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penyerahan dilakukan Senin, 17 Agustus 2026, di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mengimbau masyarakat menerima para warga binaan yang bebas dengan tangan terbuka.
“Pertama saya ucapkan selamat kepada teman-teman warga binaan yang saat ini bebas. Kami berpesan, jadikan pembelajaran sehingga tidak mengulangi pelanggaran yang sama,” kata Kusnali usai penyerahan remisi.
“Jadikan momentum ini untuk melanjutkan kehidupan dengan baik dan penuh semangat,” tambahnya.
Dari total penerima, 14.181 orang mendapat Remisi Umum I, 428 orang Remisi Umum II, dan 3 orang Pengurangan Masa Pidana (PMP) II. Untuk anak, ada 67 anak penerima PMP I dan 5 anak penerima PMP II. Total anak yang menerima remisi sebanyak 72 orang.
Data Kanwil mencatat jumlah warga binaan di Jawa Timur per 17 Agustus 2026 mencapai 26.253 orang, terdiri atas 6.602 tahanan dan 19.651 narapidana.
Di Lapas Kelas I Surabaya sendiri, 1.108 dari 1.672 warga binaan menerima remisi. Rinciannya, 1.097 orang RU I dan 11 orang RU II. Sementara 564 lainnya belum memenuhi syarat.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menjelaskan remisi diberikan kepada narapidana yang sudah menjalani pidana minimal enam bulan, berkelakuan baik, aktif mengikuti pembinaan, dan menunjukkan penurunan risiko.
“Remisi merupakan hak dan bentuk apresiasi atas perubahan perilaku, kedisiplinan, serta kesungguhan mengikuti program pembinaan,” ujar Rachman.
Sebelum penyerahan remisi, pagi harinya Lapas Porong mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, upacara peringatan 17 Agustus digelar di dalam lingkungan lapas dan terbuka untuk masyarakat umum.
Sekitar 550 peserta hadir, mulai dari Forkopimcam Porong, TNI-Polri, kepala desa se-Kecamatan Porong, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga ratusan pelajar SMP dan SMA.
“Alhamdulillah, hari ini kami masyarakat Indonesia, terkhusus di Lapas Kelas I Surabaya, berkat sinergi aparat kecamatan, Polsek dan Koramil, kami melaksanakan momentum upacara 17 Agustus di sini,” kata Sohibur.
Yang mencuri perhatian adalah penampilan seni jaranan oleh warga binaan. Tarian itu bukan hasil instan. Menurut Sohibur, para pemain dibina dari nol selama hampir tujuh tahun.
“Itu seni kreasi jaranan yang kami didik dari nol. Dan setiap event kami tampilkan. Alhamdulillah tadi mereka total saat tampil, dan antusias penonton luar biasa,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi penyerahan tali asih kepada lima perwakilan janda veteran dari unsur kecamatan, serta pameran produk hasil karya warga binaan.
Tujuannya menunjukkan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya soal kepribadian, tetapi juga keterampilan dan produktivitas.
Sohibur berharap semangat kemerdekaan menjadi penguat warga binaan untuk terus berbenah.
“Ke depan Indonesia makin baik, Indonesia makin maju, dan kita menjadi bagian yang bisa mengabdikan diri untuk kemaslahatan dan pengabdian kepada NKRI,” pungkasnya. (gol)