- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Teknologi Bikin Panen Cabai Rawit Naik 15 Persen, Begini Cara Pertanian Modern Mengubah Cara Petani Bekerja
“Kami ingin teknologi hadir bukan sekadar sebagai alat, tetapi menjadi solusi yang benar-benar membantu petani mengambil keputusan, mengelola lahannya dengan lebih baik, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Adityo.
Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan pertanian modern di berbagai negara. FAO menilai digitalisasi dan otomasi dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas hasil, sekaligus keberlanjutan. Namun, adopsinya tidak otomatis mudah karena membutuhkan konektivitas, infrastruktur, biaya yang terjangkau, serta peningkatan kemampuan digital petani.
Di Jawa Timur, program ini juga melibatkan 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi melalui Groo Plant Creator. Mereka membagikan pengalaman budidaya cabai melalui media sosial, mulai dari penanaman sampai panen.
Salah satu peserta, Sumarno dari Kelompok Tani Tresno Tani Gembongan, Blitar, mengatakan dirinya mengikuti rekomendasi pemupukan yang diberikan dalam program tersebut.
“Pengaplikasian pupuknya saya mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Petrokimia Gresik. Hasilnya sangat optimal, saya dan teman-teman petani antusias sekali mengikuti program ini,” pungkasnya.
Dengan luas panen cabai rawit Jawa Timur mencapai 85.759 hektare dan rata-rata produktivitas 7,04 ton per hektare, pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Tantangannya bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar mudah digunakan, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan. (udn)