news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puluhan kiai berkumpul di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo jelang muktamar NU..
Sumber :
  • tvOne - Khumaidi

Jelang Muktamar NU ke-35 Puluhan Kiai dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Ponpes Tertua di Sidoarjo

KH Ahmad Kafabihi Mahrus Lirboyo juga mengingatkan agar NU tetap menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan.
Senin, 24 Agustus 2026 - 17:09 WIB
Reporter:
Editor :

Sidoarjo, tvOnenews.com – Puluhan kiai dari berbagai daerah seluruh Indonesia mengikuti Halaqoh Alim Ulama Pengasuh Pondok Pesantren dengan tema “Merawat Khittoh Untuk Persatuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama" di Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Senin (24/8).

 

Acara ini bertujuan agar muktamar NU ke 35 di Jombang tanggal 27-30 Agustus 2026 berjalan aman dan damai serta mendapatkan pemimpin yang amanah.

 

Hadir dalam acara halaqoh tersebut KHR. Abdussalam Mujib Buduran, KH. Lukman Hafis Dirnyati Tremas, KH. Kafabihi Mahrus Lirboyo Kediri, KH. Nurul Huda Djazuli Kediri, KH. Masnur Hasan Sidoarjo, KH. Jami' Bangil, KH. R Abdul Hamid Abd Oodir Krapyak Jogja, KH. Al Akbar Marbun Medan, dan KH. Ubaidillah Sodaqoh Semarang serta KH Said Aqil Siradj hafir melalui zoom.

 

Hadir pula KH. M. Ali Kholil, KH. Nailurrokhman Idris Hamid, KH. Makki Nashir Bangkalan, KH. Latief Maliq Tambakberas, KH. Said Abd. Rokhim Sarang, KH. Muhammad bin Abd Abbas, KH. Abun Bunyamin, KH. Sholeh Bahaudin, KH. Zuhri Zaini, KH. Ali Maschan Musa Surabaya, KH. Ahmad Subakir Kediri dan KH. Abi Dawud Sidoarjo.

 

KH Ali Machsan Musa mengatakan dalam halaqoh ini telah menghasilkan 5 poin yang harus menjadi pegangan dalam Muktamar NU mendatang di Tambakberas Jombang. Pertama menegaskan posisi NU sebagai Organisasi Sosial Keagamaan harus tetap kokoh yang berkhidmat untuk umat, bangsa, dan kemaslahatan masyarakat.

 

Kedua, NU sebagai Himayatul Ummah wa Harokah al-Jam’iyyah NU berperan sebagai pelindung dan pengayom umat (Himayatul Ummah) sekaligus sebagai

gerakan jam’iyyah yang menjaga kesinambungan organisasi, tradisi, dan cita-cita Nahdlatul Ulama.

 

Ketiga menegaskan pesantren sebagai pusat tradisi keilmuan NU, pesantren harus tetap menjadi pusat tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, pembentukan karakter, serta penjaga turats dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Keempat, kepemimpinan NU berbasis nilai spiritual dan berakar pada jamaah, kepemimpinan NU harus mengedepankan nilai-nilai spiritual, keteladanan ulama, dan akhlakul karimah, tanpa pernah meninggalkan jamaah sebagai akar rumput dan basis utama perjuangan NU.

 

Kelima, harus mengutamakan Kaidah Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Setiap kebijakan dan langkah kepemimpinan NU harus berlandaskan prinsip dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yakni mencegah kerusakan harus didahulukan dari pada menarik kemaslahatan demi menjaga persatuan, marwah, dan keberlangsungan NU. Khittoh untuk persatuan jami’iyyah Nahdlatul Ulama. 

 

Mantan Ketua PWNU Jatim itu juga menyoroti pentingnya kepemimpinan NU mendatang yang tidak mudah terseret kepentingan politik jangka pendek. Kepemimpinan, menurutnya, harus berorientasi pada pengabdian, kemaslahatan, serta menjaga marwah dan persatuan organisasi.

 

"Khittah NU merupakan perisai untuk menjaga marwah organisasi. Khittah menjadi nalar keberanian NU untuk tetap independen, mandiri, berdaulat, dan berdiri di atas semua golongan demi kemaslahatan bersama menjadi salah satu pokok pandangan dalam halaqoh," ungkap KH Ali.

 

Sementara KH Ahmad Kafabihi Mahrus Lirboyo juga mengingatkan agar NU tetap menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan. NU dapat mendukung kebijakan pemerintah apabila memberikan kemaslahatan bagi umat, namun tetap harus kritis apabila kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan kerusakan.

 

Dalam forum tersebut, para ulama menilai NU harus tetap menjadi jangkar moral bagi masyarakat. Karena itu, organisasi dinilai perlu membentengi diri dengan moral, intelektualitas, spiritualitas, dan integritas agar tidak kehilangan arah akibat tarikan kepentingan kekuasaan maupun materi. (khu/ias)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
04:42
01:39
09:08

Viral