- tvOne - zainal azkhari
Gapasdap Soroti Kapasitas Dermaga Berkurang, Operasional Kapal Turun Jadi 23 Unit per Hari
Surabaya, tvOnenews.com - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) menyoroti berkurangnya kapasitas operasional kapal akibat adanya pekerjaan peningkatan kekuatan dermaga.
Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap, Rahmatika, mengatakan saat ini terdapat tujuh pasang dermaga yang beroperasi, yakni empat pasang di Dermaga B dan tiga pasang di Dermaga C. Sementara itu, total kapal yang tersedia mencapai sekitar 56 unit.
Dalam kondisi normal, dari jumlah tersebut hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi setiap harinya. Artinya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran untuk beroperasi.
"Kalau kita bicara kondisi normal, dari 56 kapal yang ada, sehari-harinya hanya sekitar 28 kapal yang beroperasi. Artinya masih ada sekitar 28 kapal yang off menunggu jadwal giliran beroperasi," ujar Rahmatika.
Namun, kondisi tersebut berubah setelah adanya pekerjaan peningkatan kekuatan salah satu dermaga. Akibat berkurangnya kapasitas pelayanan, jumlah kapal yang dapat beroperasi saat ini diperkirakan hanya sekitar 23 kapal per hari.
Rahmatika menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program PT ASDP Indonesia Ferry untuk meningkatkan kekuatan dermaga. Salah satu yang saat ini dilakukan peningkatan adalah Dermaga MP 2, dari kemampuan 35 ton menjadi 50 ton.
Peningkatan tersebut diharapkan memungkinkan dermaga digunakan untuk melayani kendaraan-kendaraan berat. Saat ini, kendaraan berat hanya dapat melalui dermaga tertentu, di antaranya Dermaga 1 dan Dermaga 4.
"Harapannya nanti dengan Dermaga 2 ini ditingkatkan kemampuannya, semakin banyak dermaga yang bisa dimuati kendaraan berat. Namun memang ketika persediaan dermaga berkurang, secara praktis kapasitas muat kita juga berkurang," jelas Rahmatika.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap jumlah kapal yang dapat beroperasi. Jika dalam kondisi normal sekitar 28 kapal dapat beroperasi setiap hari, saat ini jumlahnya turun menjadi sekitar 23 kapal.
"Ini yang mengakibatkan kapal yang menunggu semakin menumpuk. Karena dari 56 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya sekitar 23 kapal per hari," katanya.
Rahmatika menegaskan persoalan tersebut bukan disebabkan kekurangan jumlah kapal. Sebab, dari 56 kapal yang tersedia, sebenarnya jumlah tersebut sudah sangat mencukupi untuk mendukung operasional.
"Jadi sebenarnya kita bisa memfungsikan kapal-kapal yang ada. Kapal-kapal yang ada itu sudah sangat cukup," tegasnya.
Ia menjelaskan, kapasitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal, tetapi juga harus disesuaikan dengan kapasitas dermaga.
"Kalau kita bicara masalah jumlah kapal, kita bicara kapasitas itu tidak hanya kapal, tapi kapal plus dermaga. Kapalnya banyak, tapi kalau dermaganya tidak cukup, tidak akan mencapai kapasitas maksimal," terang Rahmatika.
Menurutnya, satu dermaga secara maksimal dapat melayani sekitar empat kapal. Jika jumlah kapal dipaksakan melebihi kemampuan dermaga, justru akan menimbulkan inefisiensi dan antrean.
"Kalau itu dipaksakan, yang terjadi adalah inefisiensi. Nanti akan terjadi antrean dan sebagainya, sehingga jadwal menjadi tidak terpenuhi, termasuk jumlah tripnya," imbuhnya.
Terkait target penyelesaian, Rahmatika mengatakan berdasarkan jadwal yang ada, pekerjaan peningkatan dermaga diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga periode angkutan Lebaran. Selanjutnya, Dermaga MP 2 diharapkan sudah dapat difungsikan secara optimal pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru.
Namun, Gapasdap mendorong agar pekerjaan tersebut dapat dipercepat sehingga kapasitas dermaga dapat segera kembali normal.
"Yang paling cepat menurut kami adalah penyelesaian Dermaga 2. Kami kemarin juga mendesak supaya perbaikan itu bisa dipercepat lagi, supaya Dermaga 2 segera difungsikan," ujar Rahmatika.Ia menambahkan, Gapasdap juga berharap perencanaan penutupan dermaga ke depan dapat diperbaiki agar tidak terlalu berdampak terhadap kapasitas pelayanan.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung yang saat ini belum dapat difungsikan juga diharapkan segera dibenahi. Menurut Rahmatika, optimalisasi akses dan fasilitas pendukung tersebut penting untuk mengurai kepadatan kendaraan.
"Harapannya fasilitas yang ada bisa segera difungsikan juga. Karena ke depan kalau ada peningkatan arus, kita sudah memiliki fasilitas dan kapasitas yang cukup untuk mengantisipasinya," katanya.
Di sisi lain, Gapasdap berharap PT SCP segera melakukan penambahan dermaga sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan dan penumpang.
"PT SCP kita harapkan juga segera melakukan penambahan dermaga. Kalau tidak, kita khawatir ke depan kondisinya bisa seperti di Banyuwangi ketika terjadi peningkatan arus," pungkas Rahmatika. (zaz/gol)