news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana dalam sesi diskusi forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur..
Sumber :
  • Antara

Aspek Keselamatan Dalam Kembangkan Pariwisata Sangat Penting

Aspek keselamatan dalam pengembangan destinasi wisata sangat penting dalam mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kamis, 17 September 2026 - 08:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenewscom - Aspek keselamatan dalam pengembangan destinasi wisata sangat penting dalam mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Aspek keamanan menjadi sangat penting. Ibu Menteri Pariwisata menetapkan keselamatan pariwisata menjadi salah satu program prioritas. Intinya, pariwisata tidak hanya soal keindahan, tapi juga keamanan,” kata Staf Ahli Bidang Manajemen khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan Kemenpar Fadjar Hutomo dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dalam forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) di Kota Batu, Jawa Timur pada Selasa (15/9), Fadjar mengatakan keselamatan pariwisata telah menjadi salah satu program prioritas karena pariwisata tidak hanya berkaitan dengan keindahan destinasi tetapi juga keamanan.

Sebaliknya, destinasi yang dipersepsikan tidak aman karena bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, atau kriminalitas dapat menjadi hambatan bagi pariwisata berkelanjutan.

Fadjar mencontohkan Taman Nasional Gunung Bromo, Jawa Timur, yang sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski mengalami kondisi tersebut, menurut dia, wisatawan masih mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi.

“Awareness (kepedulian) wisatawan terhadap kelestarian Bromo tinggi. Meski mengalami kebakaran hutan dan lahan, wisatawan mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi,” katanya.

Ia mengatakan keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata alam Taman Nasional Gunung Bromo agar berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Fadjar, faktor kelalaian manusia, baik masyarakat maupun wisatawan, seperti menggunakan flare (pengangkat suar genggam) untuk keperluan foto pre-wedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan sisa perapian atau api unggun, sering menjadi sumber kebakaran.

Selain faktor manusia, faktor alam pada musim kemarau dengan suhu panas ekstrem disertai angin kencang membuat percikan api kecil cepat merambat dan membesar hingga membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan.

Maka dari itu, Fadjar mengajak semua pihak terkait meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan yang ketat dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) terhadap masyarakat atau wisatawan.

“Kemenpar juga berkolaborasi dengan media mengedukasi wisatawan agar tercipta persepsi positif terhadap destinasi wisata,” katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:22
06:32
02:30
02:51
01:08
12:48

Viral