news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Era AI dan Coding Mulai Masuk Dunia Pendidikan, Ini Tantangan Baru bagi Guru dan Sekolah Buktikan Inovasi Pembelajaran.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Era AI dan Coding Mulai Masuk Dunia Pendidikan, Ini Tantangan Baru bagi Guru dan Sekolah Buktikan Inovasi Pembelajaran

Pemanfaatan AI dan coding semakin diarahkan untuk memperkuat pembelajaran di Indonesia. Sekolah dan guru kini ditantang menghadirkan inovasi yang benar-benar
Jumat, 18 September 2026 - 23:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan coding mulai bergerak dari sekadar tren teknologi menuju bagian dari perubahan cara belajar di sekolah. 

Kemampuan memahami teknologi, berpikir komputasional, mengolah data, hingga menggunakan AI secara etis semakin dipandang sebagai kompetensi yang perlu dikenalkan kepada peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Arah tersebut juga tercermin dalam kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial dikembangkan untuk memperkuat kemampuan berpikir komputasional, logika, kreativitas, analisis data, algoritma pemrograman, sekaligus pemahaman mengenai etika penggunaan AI.

Perubahan ini membuat tantangan sekolah tidak berhenti pada kemampuan menyediakan perangkat digital. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif, relevan dan berbasis pemecahan masalah. 

Karena itu, praktik nyata di ruang kelas menjadi semakin penting untuk menunjukkan apakah pemanfaatan AI dan coding benar-benar memberikan dampak terhadap proses belajar.

AI dan Coding Tak Lagi Sekadar Wacana

Pemerintah telah menetapkan arah implementasi pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial secara bertahap pada pendidikan dasar dan menengah. Dalam kebijakan tersebut, Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran pilihan yang diterapkan secara bertahap mulai kelas 5 SD hingga jenjang pendidikan menengah.

Materinya pun tidak semata mengajarkan siswa bagaimana membuat program. Pada jenjang yang berbeda, peserta didik diarahkan untuk memahami cara menyusun langkah logis, membuat produk digital, mengolah data, hingga memahami persoalan seperti bias, ketergantungan, halusinasi AI, hak cipta dan perlindungan data pribadi.

Di sisi guru, perubahan tersebut menuntut kemampuan baru. Kemendikdasmen pada 2026 memperluas pelatihan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan artifisial bagi guru melalui Ruang GTK. Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan peningkatan kompetensi pendidik, bukan hanya penambahan perangkat teknologi.

Dalam konteks itu, Acer Smart School Awards (ASSA) 2026 kembali digelar dengan membawa fokus yang lebih kuat pada pemanfaatan AI dan coding dalam pembelajaran. Program ini memasuki tahun keenam penyelenggaraan dan tahun ini memiliki kategori School of The Year Award serta Guru Kreatif Award.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral