news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keluarga saat menunjukan foto Surono warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang korban KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa yang saat ini belum ditemukan..
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Kisah Surono Sebelum Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Bawa Selimut Peninggalan Ibunya

Sebuah selimut sederhana kini menjadi benda yang paling membekas bagi keluarga Surono (37), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Rabu, 23 September 2026 - 13:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com – Sebuah selimut sederhana kini menjadi benda yang paling membekas bagi keluarga Surono (37), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selimut itu merupakan milik ibu Surono yang telah meninggal dunia. Benda tersebut ikut dibawa Surono ketika berpamitan kepada keluarga untuk bekerja menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Yang membuat keluarga semakin teringat, Surono selama bertahun-tahun bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayuran dan hampir tidak pernah membawa selimut saat bepergian.

Kini, selimut tersebut menjadi bagian dari ingatan keluarga tentang perjalanan terakhir Surono sebelum keberadaannya tidak diketahui setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).

“Biasanya enggak pernah bawa kemul (selimut). Itu kemul kesayangan ibu yang sudah almarhum. Tapi waktu itu dibawa terus. Sebelum berangkat juga dicari-cari,” ujar adik ipar Surono, Ari Supriyati, saat ditemui di rumahnya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Selasa (22/9).

Pada Jumat (18/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB, Surono berpamitan kepada keluarga untuk kembali bekerja. Ia dijadwalkan melakukan perjalanan menuju Banjarmasin dengan membawa muatan sayuran.

Keberangkatan tersebut berlangsung seperti biasanya. Surono menyiapkan pakaian dan sejumlah barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Tak ada firasat khusus yang dirasakan keluarga saat pria tersebut meninggalkan rumah.

“Jumat malam jam sebelas, pamit kalau mau berangkat ke Banjarmasin. Biasanya memang kerjanya pulang-pergi terus Banjarmasin, kernet, kirim sayur,” kata Ari.

Namun, perjalanan yang semula dianggap biasa itu kemudian berubah menjadi penantian panjang bagi keluarga. Kabar mengenai kecelakaan KM Virgo Transport 8 membuat keluarga bergegas mencari informasi mengenai keberadaan Surono.

Mereka bahkan mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memastikan data penumpang dan mencari informasi mengenai korban.

Nama Surono tercatat dalam data yang mereka peroleh. Namun, hingga kini keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya.

“Sudah hampir sembilan hari ini belum ada kabar sama sekali. Kita sudah ke Tanjung Perak cari informasi di sana, datanya ada. Tapi untuk informasi korban-korban itu belum,” ungkap Ari.

Berada di Ruang Tidur Saat Kapal Mulai Miring
Keluarga juga mendapatkan gambaran mengenai kondisi sebelum kapal mengalami musibah dari Yahya, sopir truk yang bepergian bersama Surono dan berhasil selamat.

Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Surono berada dalam satu kendaraan dengan Yahya. Ketika kondisi kapal mulai memburuk, Surono disebut sedang berada di ruang tidur.

Menurut keterangan yang diterima keluarga, Surono kemudian dibangunkan ketika kapal mulai miring. Air disebut telah masuk ke bagian kapal, sementara kondisi menjadi semakin gelap setelah lampu padam.

Situasi tersebut memicu kepanikan. Para penumpang berusaha menyelamatkan diri ketika kapal berada dalam kondisi kritis.
Keterangan tersebut membuat keluarga terus membayangkan kondisi Surono pada saat-saat terakhir sebelum kapal tenggelam.

Ari mengaku keluarga masih bertanya-tanya apakah Surono sudah sepenuhnya sadar dan memahami situasi ketika dibangunkan.

“Kalau sopirnya bilang sudah bangun. Tapi kalau orang masih bangun tidur kan mungkin belum terlalu 100 persen fokus,” tuturnya.

Hingga kini, pertanyaan itu belum mendapatkan jawaban. Bagi keluarga, penantian keberadaan Surono terasa semakin berat karena kehidupan pria tersebut dikenal sederhana.

Sepulang bekerja dari Kalimantan, Surono lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Ia disebut jarang bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kalau habis pulang dari Kalimantan itu cuma tidur. Selama enggak pergi cuma tidur, terus ngerokok biasa. Enggak pernah main ke mana-mana,” kata Ari.

Sekitar dua bulan terakhir, Surono diketahui bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayur. Sebelumnya, ia juga telah cukup lama menjalani pekerjaan serupa dengan beberapa kali berganti kendaraan.
Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar dari operasi pencarian yang dilakukan terhadap korban KM Virgo Transport 8.

Keluarga Surono masih menyimpan harapan agar pria tersebut segera ditemukan. Ari mengatakan keluarga berharap Surono dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, mereka juga siap menerima apa pun hasil pencarian dan berharap keberadaannya segera diketahui agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir dengan layak.

“Kita tetap berharap yang terbaik. Mungkin menunggu keajaiban. Kalau memang masih diberi umur panjang, ya segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

“Tapi kalau memang sudah takdirnya berkata lain, apa pun kondisinya tetap ditemukan. Supaya kita bisa merawat jenazahnya dengan baik,” imbuh Ari.

Di tengah penantian itu, selimut peninggalan ibu Surono menjadi benda yang terus mengingatkan keluarga pada perjalanan terakhirnya. Selimut yang selama ini hampir tak pernah dibawa bekerja justru ikut dalam perjalanan Surono sebelum dirinya dinyatakan belum ditemukan.

Surono bukan satu-satunya warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, yang belum diketahui keberadaannya setelah insiden KM Virgo Transport 8. Gondham Prakoso (32), warga desa yang sama, juga masih dalam pencarian. Gondham merupakan anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 dan bertugas sebagai Second Officer.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kondisi laut yang masih menjadi tantangan membuat proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel di lapangan.

Bagi keluarga Surono, setiap kabar dari operasi pencarian kini menjadi harapan. Mereka hanya ingin satu hal: mendapatkan kepastian tentang keberadaan Surono setelah perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas bekerja berubah menjadi penantian panjang. (roi/gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral