- Tangkapan Layar
Detik-detik Gedung Ponpes Al Hikmah Jombang Terbakar, Santri Panik Dengar Suara Kretek-Kretek
Jombang, tvOnenews.com - Kepanikan mendadak pecah di Pondok Pesantren Al Hikmah, Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (2/10).
Menjelang salat Jumat, para santri dikejutkan suara seperti benda terbakar dari gedung bertingkat di kompleks pesantren. Tak lama kemudian, asap tebal disusul kobaran api terlihat membakar bagian atas bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIB. Api membakar bagian lantai dua dan tiga hingga merambat ke atap gedung.
Saat kejadian, sekitar 80 santri putra berada di kompleks pondok. Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan ro'an atau kerja bakti dan bersiap melaksanakan salat Jumat.
Suasana sontak berubah panik setelah sejumlah santri mendengar suara "kretek-kretek" dari arah gedung yang terbakar.
"Anak-anak dengar suara kretek-kretek. Mereka saling menangis dan panik," kata Pengasuh Pondok Al Hikmah, Nur Laili Saadat.
Para santri kemudian bergegas keluar dari bangunan. Beruntung, seluruh penghuni pondok berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Nur Laili mengatakan dirinya tidak mengetahui secara langsung awal munculnya api karena saat kejadian sedang mengajar.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, titik awal kebakaran diduga berada di sekitar ruang kegiatan santri yang berdekatan dengan laboratorium.
Ruangan tersebut sehari-hari digunakan untuk berbagai aktivitas santri, mulai dari mengerjakan tugas hingga kegiatan organisasi.
Pengelola pondok menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Sepertinya konslet. Kami akui instalasinya mungkin memang kurang benar," ujarnya.
Informasi serupa juga disampaikan sejumlah media yang melaporkan dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik di area lantai dua.
Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atas gedung. Nur Laili mengatakan terdapat sejumlah material mudah terbakar di dalam bangunan, termasuk beberapa kasur yang sebelumnya dipindahkan karena keterbatasan ruang kamar.
"Beberapa kasur kami singkirkan karena kamar tidak cukup. Itu mungkin yang membuat api lebih mudah membesar," katanya.