Bukan Sekadar Kostum, Ini Alasan Santri Perlu Memahami Makna Pakaian Adat
- Lampung Kemenag
tvOnenews.com - Pakaian adat sering kali hadir dalam berbagai acara kebudayaan sebagai simbol keberagaman. Namun, ketika ribuan santri pramuka mengenakannya dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI, busana tersebut dapat dimaknai lebih jauh dari sekadar atribut kegiatan.
Di balik kain, motif, warna, dan aksesori yang dikenakan, tersimpan cerita tentang masyarakat yang melahirkan dan mewariskannya dari generasi ke generasi.
Bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perubahan zaman, mengenakan pakaian adat dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali kembali akar budayanya.
Bukan hanya mengetahui nama pakaian atau daerah asalnya, tetapi juga memahami nilai, filosofi, sejarah, hingga pandangan hidup yang tercermin di dalamnya. Dengan cara itu, pakaian adat tidak berhenti sebagai kostum untuk sebuah acara, melainkan menjadi sarana pembelajaran identitas.
Pesan tersebut terasa relevan dalam pertemuan santri dari berbagai daerah. Perbedaan pakaian yang mereka kenakan justru memperlihatkan betapa luasnya keragaman budaya Indonesia.
Di tengah keberagaman itu, ada kesempatan bagi santri untuk belajar bahwa identitas kebangsaan tidak harus menghapus identitas lokal. Sebaliknya, mengenali budaya sendiri dapat menjadi bagian dari cara memahami Indonesia secara lebih utuh.
Memakai Pakaian Adat Tidak Cukup, Santri Perlu Memahami Maknanya
Dalam pembukaan Bazar PPSN VI di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Kamis (1/10/2026), Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Bunda Santri Indonesia, menyoroti hal tersebut.
"Anak-anakku santri pramuka, pakaian adat yang kalian kenakan hari ini bukan hanya untuk dipamerkan. Di dalamnya ada doa, ada filosofi, ada jati diri para leluhur kita. Santri pramuka harus tahu makna dari pakaian yang dikenakannya. Kalau ditanya orang, kalian harus bisa menjelaskan, bukan hanya bisa memakainya," pesan Bunda Helmi, melansir dari laman resmi, Jumat (02/10/26).
Pesan itu menunjukkan bahwa pengenalan budaya dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dan terlihat sehari-hari. Pakaian adat, misalnya, dapat menjadi bahan belajar untuk mengetahui bagaimana suatu masyarakat memandang keluarga, lingkungan, status sosial, tradisi, hingga hubungan antargenerasi.
Load more