- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Apa Itu Ekoteologi? Gerakan Santri Menanam 1.000 Pohon Ini Ternyata Punya Makna Lebih Dalam
"Kita siapkan bibit 1000 pohon untuk ditanam bersama di berbagai titik di kawasan pesantren dan sekitar Kabupaten Malang. Dimana Ini adalah ikhtiar kita bersama. Intinya, cinta lingkungan salah satunya diwujudkan dengan menanam pohon," ujar Khofifah, yang dalam kegiatan tersebut didampingi Direktur Bina Dakwah dan Pendidikan Non-Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Mahrus.
"Menanam pohon adalah sedekah oksigen jangka panjang. Apa yang kita tanam hari ini, akan memberikan manfaat oksigen, keteduhan, dan kehidupan bagi generasi ke depan. Ini adalah amal jariyah lingkungan," imbuh Gubernur Jatim.
Khofifah memaknai penanaman tersebut sebagai bentuk “sedekah oksigen” bersama. Pohon yang ditanam diharapkan bukan sekadar mempercantik kawasan pesantren, tetapi memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
- Laman Resmi
Mahrus menilai kegiatan tersebut sejalan dengan penguatan ekoteologi di lingkungan pesantren. “Menanam pohon adalah dakwah bil hal, dakwah melalui perbuatan nyata. Santri tidak hanya mempelajari dalil tentang menjaga bumi, tetapi langsung mempraktikkannya,” ujar Mahrus.
Keberhasilan gerakan lingkungan tidak ditentukan oleh seremoni penanaman saja. “Seribu pohon ini baru permulaan, yang lebih penting adalah merawatnya. Kami berharap para peserta membawa semangat ini pulang dan melanjutkannya di pesantren masing-masing,” katanya.
Pada akhirnya, inti dari ekoteologi bukan sekadar menghubungkan agama dengan isu lingkungan, tetapi mengubah nilai tersebut menjadi perilaku nyata. Tantangan berikutnya justru lebih panjang: memastikan pohon-pohon tersebut dirawat dan semangat menjaga alam benar-benar dibawa pulang oleh para santri ke pesantren dan masyarakat masing-masing. (udn)