news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur.
Sumber :
  • Antara

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

Menperin mengapresiasi JIIPE di Gresik yang menyerap 70 persen tenaga kerja lokal. Simak perkembangan investasi, hilirisasi, dan infrastruktur kawasan industri
Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:37 WIB
Reporter:
Editor :

Pengeluaran rumah tangga, kebutuhan transportasi, konsumsi, hingga permintaan terhadap berbagai layanan lokal juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi tambahan.

Meski demikian, besarnya manfaat jangka panjang tetap bergantung pada keberlanjutan investasi, kualitas pekerjaan, dan kemampuan tenaga kerja lokal memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebelumnya, pada 12 Oktober 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sarmuji juga menekankan peran kawasan industri dalam mempercepat industrialisasi Jawa Timur. 

Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan dan infrastruktur, serta mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Kawasan Industri Seluas 1.761 Hektare Didukung Pelabuhan Laut Dalam

Manfaat ekonomi JIIPE tidak terlepas dari konsep pengembangannya yang menggabungkan kawasan industri, pelabuhan, dan fasilitas penunjang dalam satu ekosistem. Integrasi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan menjalankan kegiatan produksi sekaligus mempermudah distribusi bahan baku maupun hasil industri.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, menjelaskan bahwa JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, kawasan pelabuhan 406 hektare, serta area residensial 800 hektare. Hingga saat ini, sekitar 60 persen lahan kawasan industri tersebut telah terjual.

Sejumlah perusahaan yang telah menanamkan investasi di JIIPE antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM. Kehadiran berbagai perusahaan tersebut mencerminkan perkembangan aktivitas industri di kawasan yang dirancang untuk menampung kegiatan manufaktur dan pengolahan.

Bambang menilai, ketersediaan infrastruktur serta akses pelabuhan laut dalam menjadi nilai penting bagi perusahaan yang membutuhkan kelancaran logistik.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” jelas Bambang.

Konektivitas pelabuhan dapat membantu mendukung pergerakan barang, sementara ketersediaan utilitas menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran operasional pabrik. Bagi industri dengan kebutuhan energi dan distribusi berskala besar, kedua aspek tersebut turut memengaruhi efisiensi biaya dan rencana ekspansi.

Pengelola juga merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari pengembangan dukungan energi kawasan. Namun, rencana tersebut perlu dibedakan dari fasilitas yang telah beroperasi, mengingat realisasi proyek energi membutuhkan tahapan pembangunan tersendiri.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral