- Antara
70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur
Hilirisasi Logam hingga Kaca Fotovoltaik Perluas Aktivitas Industri
Selain memperluas kapasitas kawasan, perkembangan JIIPE juga berkaitan dengan kegiatan hilirisasi. Pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperluas rantai pasok manufaktur.
Ekosistem industri di JIIPE mencakup pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, manufaktur produk turunan tembaga, serta pengembangan proyek di sektor logam mulia. Di sektor lain, industri kaca fotovoltaik mendukung kebutuhan rantai pasok panel surya, sedangkan investasi kimia memperluas kegiatan industri proses di kawasan tersebut.
Dalam kunjungannya, Sarmuji memperoleh penjelasan mengenai perkembangan infrastruktur dan utilitas JIIPE serta meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan industri kimia.
Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana kawasan industri terintegrasi dapat menjadi tempat bertemunya berbagai sektor yang saling berkaitan.
Pengolahan logam, misalnya, dapat mendukung industri manufaktur lanjutan, sedangkan produksi material untuk energi surya berhubungan dengan perkembangan teknologi energi terbarukan.
Namun, pertumbuhan kawasan industri juga perlu diikuti dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat setempat dapat mengakses peluang kerja yang semakin beragam.
Kebutuhan industri terhadap tenaga teknis, operator, dan tenaga profesional dapat menjadi dorongan bagi pengembangan pelatihan serta pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan dukungan investasi, infrastruktur, dan pengembangan hilirisasi, JIIPE berpotensi memperkuat peran Gresik dalam rantai industri Jawa Timur.
Apresiasi Menperin terhadap penyerapan 70 persen tenaga kerja lokal sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan kawasan industri perlu dilihat dari keterkaitannya dengan masyarakat, bukan hanya dari luas lahan atau nilai investasi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan industri tersebut terus membuka kesempatan kerja dan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah.
Pemerintah menilai pengembangan kawasan industri terintegrasi diharapkan dapat memperkuat aktivitas manufaktur, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterkaitan investasi industri dengan perekonomian daerah. (udn)