- tvOne - zainal azkhari
Galang Dana untuk Perempuan Nelayan Demak, Perenang Disabilitas hingga Lansia Seberangi Selat Madura
Surabaya, tvOnenews.com — Aksi penggalangan dana untuk membantu perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dilakukan melalui kegiatan renang lintas Selat Madura, Minggu (1/11/2026). Belasan peserta dari kalangan masyarakat umum, penyandang disabilitas hingga lanjut usia mengikuti tantangan berenang dari Kamal, Madura, menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II di Surabaya.
Kegiatan bertajuk Xtreme Impact tersebut menggabungkan tantangan olahraga ekstrem dengan misi kemanusiaan. Dana yang dihimpun dari kegiatan ini ditujukan untuk membantu perempuan nelayan di Desa Timbulsloko yang selama bertahun-tahun menghadapi dampak banjir rob.
Bantuan tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya penyediaan akses air bersih, pembangunan Rumah BISA sebagai ruang kegiatan kemasyarakatan, serta Omah Iwak yang difungsikan sebagai rumah produksi hasil tangkapan perempuan nelayan.
Salah satu peserta, Wisnu Wardhana, perenang disabilitas asal Jakarta, mengaku tetap bersemangat mengikuti tantangan menyeberangi Selat Madura meskipun memiliki keterbatasan fisik. Ia telah mempersiapkan diri selama dua bulan sebelum mengikuti kegiatan tersebut.
Selama masa persiapan, Wisnu menjalani latihan renang secara intensif setiap pekan, baik di kolam renang maupun di laut. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Teman-teman disabilitas tetap semangat, meski dalam keterbatasan. Persiapannya latihan dua bulan yang lalu, kita latihan intens setiap hari minggu di kolam dan laut. Saya pribadi tidak ada kendala. Bangga dan seru bisa ikut acara ini," ungkap Wisnu Wardhana, Perenang Disabilitas, Minggu (1/11/2026).
Selain penyandang disabilitas, kegiatan ini juga diikuti peserta lanjut usia. Jimmy Sukrisno yang telah berusia 70 tahun menjadi salah satu peserta yang turut menaklukkan tantangan renang lintas selat tersebut.
Jimmy mengaku sempat mengalami kepanikan ketika mulai berenang di laut lepas. Kondisi itu dirasakannya saat berada sekitar 500 meter dari titik awal karena harus menghadapi luasnya perairan tanpa berada dekat dengan peserta lain.
Meski demikian, ia berhasil melanjutkan renang hingga mencapai garis akhir. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, Jimmy mengaku rutin menjaga kondisi fisik melalui olahraga dan pola hidup sehat.
"Baru pertama kali ini berenang ke Selat Madura. Kendalanya saat di 500 meter pertama, karena merasa panik saat melihat laut yang luas dan sendirian. Persiapannya olahraga teratur dan makan di jaga, tidak merokok, jalan pagi dan berenang rutin," ujar Jimmy Sutrisno, Perenang Lansia.
Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengatakan kegiatan renang lintas Selat Madura menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Terlebih, kegiatan tersebut diikuti perenang dari berbagai kelompok usia, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.
"Kita baru saja melihat perjuangan perenang melakukan renang ektrem dari Kamal Madura ke Pangkalan TNI AL Koarmada II Surabaya. Memang selat Madura dari dulu terkenal favorit karena memang ada hal khusus disini. Renang selat Madura merupakan renang ajang event tahunan, dan hari ini ekstrem impect melakukan renang khusus untuk mengambil renang selat Madura, dan peserta ingin renang untuk mengapai prestasti," tutur Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, Pangkoarmada II.
Dalam pelaksanaannya, Koarmada II TNI Angkatan Laut turut memberikan dukungan pengamanan dan keselamatan bagi para peserta yang melintasi perairan Selat Madura. Dukungan tersebut diperlukan mengingat kegiatan berlangsung di jalur perairan terbuka dengan tantangan tersendiri bagi para perenang.
Selain penggalangan dana melalui renang lintas selat, rangkaian misi kemanusiaan Xtreme Impact juga mencakup kegiatan operasi katarak. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat aksi kemanusiaan yang diinisiasi melalui kegiatan olahraga. (zaz/gol)