news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tradisi Ghan Kous di Manggarai Timur NTT.
Sumber :
  • Jo Kenaru

Ghan Kosu, Syukuran Panen Padi dengan 18 Ritual serta Menari dari Malam Hingga Pagi

Tetua adat menutup ritual di rumah Teno (adat) pada malam hari setelah seharian berkeliling dari rumah ke rumah menggelar ritual Ghan Kosu atau syukuran panen dalam kalender pertanian suku Rajong Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur.
Jumat, 13 Mei 2022 - 02:28 WIB
Reporter:
Editor :

“Yang kami syukuri adalah hasil panen padi ladang atau dea rani  karena desa kami tidak memiliki sawah. Acara ini dilaksanakan sekali setahun,” imbuhnya.

“Ayam dalam Ghan Kosu ini sebagai pemisah antara yang baik dan jahat. Inti permohonannya adalah semoga leluhur menjaga kampung dan kebun kemudian sakit penyakit dijauhkan,” terangnya menambahkan.

Wajib Dilaksanakan

Jangan sekali-kali makan nasi dari padi baru sebelum ritual ini diadakan. Kalau adat dilanggar maka warga dan kampung mereka akan terkena bala.

“Dari dahulu kala memang begitu kala dilanggar kita pasti mengalami kelaparan dan muncul sakit aneh-aneh ada juga pas lagi pegang parang tiba-tiba saling bacok,” tuturnya.

18 Ritual Pertanian

Tua Teno kampung Kota Tunda-Sopang Rajong dari Suku Nanga Senda, Arnoldus Rondo menjelaskan, kampung Sopang Rajong menjadi yang tertua dari 29 suku Rajong. Dalam kalender pertanian mereka terdapat sedikitnya 18 jenis ritual terkait pertanian dalam setahun. Tokoh 72 tahun itu merunutkan satu persatu ritual-ritual yang dimaksud.

Pertama,Ghan Uwi (makan umbi-umbian dalam tahun baru adat) yang diadakan setiap bulan Oktober memiliki tema khusus yakni "kau susu watu konda mata radi". (Tahun lama ditinggalkan, menyongsong masa tanam baru)

Kedua, Teno mengumumkan pembagian ladang baru dalam bentuk pati kepa ngelomben.

Ketiga, Keas (tebas rumput untuk ladang). Keempat, Tungi (bakar rumput). Kelima, Rombo (Tapa Kolo di umat Teno). Keenam, Ropang (sisa-sisa rumput untuk dibakar kembali). Ketujuh, Pasok Kadea (tanam jagung). Kedelapan, Pasok Kozu, Woer Kozu (pemebersihan lahan). Kesembilan, Irong (larangan).

Kesepuluh, doret (wakil tena) melaksanakan pasok (tanam) umum. Kesebelas, mbopo rukut. Keduabelas, loe Pakeke ( pacul kecil). Ketigabelas, ghan weton (makan jewawut), ritual di tungku api. Tungga. Semua yang jahat dibakar bersama dengan weton-siang hari Napa Tiking. Buat bulat lingkaran sambil kejar-kejaran dan sambil saling menangkap.

Keempat Belas, Mboet Kadea ( Ikat jagung, dengan sesajiannya ayam dan babi). Kelima Belas, umbiro, (tarik tambang selama 5 hari tiap sore.

Kelima belas, ritual Umbiro bertujuan agar bulir padi panjang dengan temboMbo sebagai nyanyian adat dan danding awal dilanjutkan potong tali Umbiro.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
00:59
04:02
01:00
01:04
09:11

Viral