news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peresmian SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang di Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026) oleh Presiden Prabowo disambut hangat oleh keluarga besar Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS)..
Sumber :
  • Istimewa

Ki Saur Panjaitan Harap SMA Taruna Nusantara Malang Perkuat Nasionalisme dan pendidikan Karakter dengan Asah Asih Asuh

Peresmian SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang di Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026) oleh Presiden Prabowo disambut hangat oleh keluarga besar Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS).
Selasa, 13 Januari 2026 - 23:14 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peresmian SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang di Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026) oleh Presiden Prabowo disambut hangat oleh keluarga besar Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS). Kehadiran kampus baru ini dinilai sebagai kelanjutan sejarah panjang kolaborasi pendidikan di Indonesia.

Hadir dalam peresmian tersebut jajaran pejabat tinggi negara, mulai dari Mendikdasmen Prof. Abdul Mukti, Panglima TNI, Kapolri, hingga jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

​Secara khusus, kehadiran Ki Saur Panjaitan selaku Panitera Umum MLPTS menjadi simbol penting dalam acara tersebut. Kehadirannya menegaskan bahwa roh pendidikan karakter yang ditanamkan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, tetap menjadi fondasi utama bagi sekolah unggulan seperti Taruna Nusantara.

​Menurut Ki Saur, peresmian ini memiliki makna mendalam sebagai pengingat kuatnya ikatan historis antara Perguruan Tamansiswa dan angkatan bersenjata (TNI) dalam mencetak kader pemimpin bangsa.

​"Selamat dan sukses atas peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang oleh Presiden Prabowo di Kepanjen, Malang," ujar Ki Saur Panjaitan.

​Ki Saur mengingatkan kembali bahwa SMA Taruna Nusantara memiliki akar sejarah yang kuat dengan Tamansiswa. Pada tahun 1990, sekolah ini lahir dari kerja sama antara ABRI (sekarang TNI) dan Tamansiswa.

​"Cikal bakal pendirian SMA TN adalah kerjasama ABRI dengan Tamansiswa tahun 1990. Saat itu, filosofinya adalah ABRI sebagai 'Bapak' dan Tamansiswa sebagai 'Ibu'-nya," jelas Ki Saur.

Kolaborasi ini terbukti sukses melahirkan banyak tokoh nasional yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan, menteri, anggota DPR/DPRD, petinggi BUMN, TNI-Polri, hingga akademisi dan tenaga medis profesional.



​Ke depan, Ki Saur berharap SMA TN Malang tetap konsisten menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas pendidikan Indonesia.

​"Diharapkan tetap melekat semangat nasionalisme dan pendidikan karakter dengan konsep Asah, Asih, Asuh yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara," ungkapnya.

​Dalam sambutannya di Malang, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sekolah berbasis taruna adalah instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia dan memutus rantai kemiskinan.
​"Kita ingin memberi kualitas hidup yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia. Hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan. Karena itu, wadah-wadah seperti SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan," tegas Presiden Prabowo.

Prabowo juga membandingkan dengan negara maju yang memiliki ratusan sekolah serupa sebagai fondasi pembangunan SDM.

"Di Malaysia sudah puluhan tahun dan jumlahnya lebih dari 20. Di Inggris bahkan sudah ratusan tahun," pungkasnya.

Sementara, Kemendikdasmen menyampaikan berterimakasih kepada masyarakat yang ikut membantu Pemerintah menyelenggarakan pendidikan, salah satunya adalah SMA TN, yaitu sekolah swasta dibawah LPTTN (Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara), yang diketuai Pak Sugiono yang juga Menlu, sebagai alumni SMA TN juga.

"Tamansiswa ikut ambil andil menanamkan akar pendidikan yang kuat dengan konsep "paguron", pengasuhan, yang dikenal dengan asah asih asuh," pungkasnya.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral