- Antara
Pra FS Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari, Jadi Langkah Strategis Perkuat Konektivitas Investasi dan Industri Kota Bontang
tvOnenews.com - Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat arah pengembangan investasi jangka panjang melalui penyiapan rencana pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari sebagai infrastruktur strategis pendukung pertumbuhan kawasan dan penguatan konektivitas ekonomi daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan Pra Feasibility Study (Pra FS) Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Kota Bontang sebagai bagian dari upaya menghadirkan proyek investasi yang lebih terukur, siap dikembangkan, dan memiliki dasar perencanaan yang kuat.
Penyusunan kajian ini dilaksanakan bersama Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipimpin oleh Dr Rachmad Budi Suharto. Pra FS disusun sebagai tahapan awal untuk melihat kelayakan pengembangan pelabuhan dari berbagai aspek, mulai dari karakteristik wilayah, potensi ekonomi, kesesuaian ruang, dukungan terhadap kawasan industri, hingga peluang pengembangan aktivitas logistik dan distribusi di masa depan.
Rencana pembangunan pelabuhan ini diposisikan bukan sebagai infrastruktur yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem Kawasan Industri Bontang Lestari yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara kegiatan produksi, distribusi, dan pengembangan ekonomi kawasan. Secara geografis, Kota Bontang memiliki posisi yang strategis karena berada di pesisir timur Kalimantan dan memiliki akses langsung ke Selat Makassar yang menjadi bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II), sehingga memberikan potensi pengembangan konektivitas logistik dan aktivitas kepelabuhanan.
Keberadaan pelabuhan di kawasan industri diproyeksikan akan menjadi infrastruktur pendukung bagi berbagai aktivitas yang berkembang di Bontang Lestari, antara lain mendukung distribusi bahan baku dan produk industri, memperkuat sistem logistik dan pergudangan, mempercepat mobilitas barang, mendorong tumbuhnya jasa pendukung kawasan, serta membuka peluang pengembangan hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi.
Selain mendukung kegiatan industri, keberadaan pelabuhan juga dipandang sebagai langkah antisipatif terhadap kebutuhan pengembangan ekonomi jangka panjang Kota Bontang yang mulai bergerak menuju struktur ekonomi yang lebih beragam. Kajian menunjukkan pentingnya mendorong sektor-sektor pendukung seperti transportasi, pergudangan, perdagangan, konstruksi, dan aktivitas ekonomi lainnya agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.