Proyek Industri Fatty Acid Rp3,77 Triliun di Bontang Ditawarkan kepada Investor melalui IPRO
- Istimewa
tvOnenews.com - Peluang investasi sektor hilirisasi industri berbasis kelapa sawit di Kota Bontang kembali diperkenalkan kepada investor nasional maupun internasional melalui proyek pengembangan industri Fatty Acid yang masuk dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO). Proyek tersebut menjadi bagian dari promosi investasi strategis yang dikembangkan di Kalimantan Timur untuk memperkuat industri hilir oleokimia nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia.
Berdasarkan profil proyek, industri Fatty Acid direncanakan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate Bontang dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp3,77 triliun. Kawasan industri tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena didukung akses pelabuhan, jalan logistik, kawasan industri eksisting, serta kedekatan dengan sumber bahan baku utama. Fatty Acid merupakan salah satu produk hilirisasi oleokimia yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.
Produk ini digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari kosmetik, deterjen, sabun, plastik, kertas, tekstil, pelumas, makanan, hingga produk perawatan pribadi dan rumah tangga. Dalam dokumen proyek disebutkan bahwa industri oleokimia dunia saat ini berada pada sektor yang terus bertumbuh (growing sector), seiring meningkatnya kebutuhan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa sawit bernilai tambah tinggi.
Indonesia sendiri dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai produsen utama industri oleokimia global karena didukung ketersediaan bahan baku sawit yang melimpah. Kota Bontang disebut menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan industri tersebut. Produksi crude palm oil (CPO) mencapai sekitar 3,8 juta ton per tahun dan menjadi modal penting bagi pengembangan industri hilir berbasis sawit. Selain itu, keberadaan proyek di Kota Bontang juga dinilai memberikan keuntungan tersendiri karena kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur industri dan pelabuhan yang memadai.
Lokasi proyek berada dekat dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta sejumlah akses logistik utama yang mendukung distribusi bahan baku dan produk industri. Proyek industri Fatty Acid tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 91,2 ribu ton per tahun. Adapun kebutuhan bahan baku utama berasal dari CPO sekitar 45 ribu ton per tahun yang dipasok dari perusahaan perkebunan dan industri sawit di Kalimantan Timur.
Load more