news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi UMKM Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Pelaku UMKM Ini Raup Omzet Berlipat Ganda Usai Ikut Pendampingan Intensif

Yayasan Indonesia Setara (YIS) melakukan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM khususnya kelompok perempuan.
Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Yayasan Indonesia Setara (YIS) melakukan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM khususnya kelompok perempuan.

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peningkatan kapasitas pelaku UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan.

Melainkan, kata Sandiaga, perlu didukung peningkatan kompetensi dan pendampingan yang berkelanjutan.

"Pendampingan harus menghasilkan dampak yang nyata. Ketika pelaku UMKM memperoleh keterampilan baru, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar, maka usaha mereka akan tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya," kata Sandiaga kepada awak media, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Pelaku UMKM Ini Raup Omzet Berlipat Ganda Usai Ikut Pendampingan Intensif
Sumber :
  • Istimewa

Sandiaga menuturkan keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya diukur dari kenaikan omzet.

Menurutnya keberhasilan UMKM juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Keberhasilan sebuah UMKM bukan hanya diukur dari kenaikan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menginspirasi pelaku usaha lain untuk berkembang bersama," tuturnya.

Di sisi lain, Ningsih pelaku UMKM di Jakarta Timur dengan produk Tahu Baso Mama Ulum mengaku omset usahanya kini mencapai sekitar Rp16 juta per pekan. 

Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp7 juta hingga Rp8 juta per minggu.

Peningkatan tersebut diraih setelah Ningsih mengikuti program inkubasi dan pendampingan UMKM yang diselenggarakan YIS.

Banjirnya pesanan setelah mengikuti pelatihan membuat dirinya tidak lagi mampu bekerja seorang diri. 

Ia pun mengajak para tetangganya untuk membantu proses produksi tahu bakso.

"Dulu saya mengerjakan semuanya sendiri. Sekarang karena pesanan semakin banyak, saya mengajak tetangga ikut membuat tahu bakso," ujar Ningsih.

Tak disangka, keterampilan yang mereka pelajari selama membantu produksi justru menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri.

Kini, beberapa tetangganya telah menerima pesanan tahu bakso secara mandiri, sehingga memiliki tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dampaknya bukan hanya dirasakan saya dan keluarga. Banyak tetangga yang sekarang bisa berjualan tahu bakso dan mendapatkan tambahan penghasilan setiap hari," katanya.

Ningsih mengaku mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru,mulai dari cara menghitung harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung promosi usaha.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral