- Antara
Rahmat Gobel Dianugerahi Garai Anumerta oleh Dewan Adat Gorontalo
tvOnenews.com - Gelar adat anumerta Taa Lo'o Lamahe Lipu diberikan kepada almarhum Rahmat Gobel melalui sidang adat yang digelar di Gorontalo, Jumat, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada daerah dan bangsa.
Ketua Harian Dewan Adat Gorontalo Alim Niode mengatakan pemberian garai tersebut merupakan bagian dari rangkaian prosesi penghormatan kepada Rahmat Gobel setelah pemakamannya dilaksanakan di Jakarta.
"Acara ini satu rangkaian dengan proses pemakaman. Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, prosesi sidang adat pemberian garai dilaksanakan di Gorontalo," kata Alim.
Ia menjelaskan pemberian garai kepada seseorang yang telah meninggal dunia memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai doa bagi almarhum dan sebagai nasihat bagi masyarakat yang masih hidup agar dapat meneladani nilai-nilai yang diwariskan.
"Tujuan pertama adalah doa bagi almarhum agar mendatangkan kemaslahatan baginya. Yang kedua, sebagai nasihat bagi kita yang masih hidup, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi," ujarnya.
Alim mengatakan penetapan garai dilakukan melalui musyawarah para pemangku adat dari lima negeri adat di Gorontalo bersama perwakilan daerah adat lainnya. Dalam sidang tersebut muncul sejumlah usulan yang kemudian disepakati menjadi satu gelar.
Garai yang ditetapkan adalah Taa Lo'o Lamahe Lipu, yang merupakan bentuk singkat dari gelar lengkap Taa Lomaya lo Batanga, lo Dunga lo Nyawa, lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu.
Menurut Alim, gelar tersebut bermakna putra Indonesia terbaik berasal dari Gorontalo yang telah membaktikan jiwa, raga, dan hartanya untuk memakmurkan negeri.
Ia mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan adat dalam menetapkan garai tersebut. Para pemangku adat menilai Rahmat Gobel memiliki keteladanan, pengabdian, serta warisan nilai yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berbicara mengenai kepentingan dirinya, keluarganya ataupun bisnisnya. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana Gorontalo bisa terus berkembang dan memperoleh dukungan pembangunan," kata Alim.
Menurut dia, salah satu pertimbangan utama dalam sidang adat adalah konsistensi Rahmat Gobel memperjuangkan kepentingan masyarakat, bahkan hingga menjelang akhir hayatnya masih aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan di Gorontalo.